Jakarta – Ruwetnya persoalan penanganan haji bukan hanya dirasakan oleh negara Arba Saudi, namun Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mengurusi hajinya dengan banyak persoalan.

Salah satu persoalan haji yang tidak selesai adalah adanya daftar tunggu bagi jemaah haji yang bisa mencapai penantian selama 20 tahun antre untuk berangkat dikarenakan kuota jumlah haji terbatas.

Haji Muhardi Ketua Umum Partai Priboemi melihat hal ini akan selalu menjadi permasalahan kedepannya, ” sebaiknya sistim penyelengaraan haji oleh Arab Saudi pakai sistim wilayah,” ujarnya. Sistim wilayah ini akan memudahkan bagi penyelenggara.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat, selain lebih teratur, para jemaah haji lebih nyaman dalam menjalankan ibadahnya, ” kondisi fisik yang berbeda dengan jemaah haji dari negara timur tengah dan beberapa negara muslim dari Afrika, sering menjadi permasalahan bagi jemaah haji dari asia,” ujar Muhardi.

Keuntungan lainnya, persoalan jumlah haji Indonesia yang masuk sebagai jemaah haji terbanyak di dunia bisa di selesaikan, ” biarlah kita menunggu 2-3 tahun, namun ketika tiba saatnya, semua jemaah berangkat sekaligus,” ujar Muhardi, jadi para jemaah tidak perlu menunggu hingga 10, bahkan informasi dari Kemenag, ada yang masuk dalam daftar berangkat 20 tahun kemudian.

Saat ini jumlah jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu mencapai 2,2 juta, sementara kuota haji untuk tahun 2015, sebanyak 155.200 untuk haji regular dan 13.600 untuk haji khusus, bahkan banyak masyarakat kita mendaftarkan bayi mereka, akibat dari panjangnya daftar tunggu.

(jalu)

 

loading...