Jakarta – Rupanya Menteri Perdagangan Tom Lembong menganggap jika banyak kebijakan para menteri pendahulunya sebagai penghambat laju dunia usaha pada ekonomi Indonesia.

Sayangnya Tom tidak mau menjelaskan secara rinci kebijakan menteri siapa dan seperti apa kebijakan yang dianggap sebagai penghambat.

Empat aturan dicabut dan lima lainnya direvisi kembali, ” ada banyak peraturan menteri lama sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini, ada juga regulasi yang dibuat justru tidak menigkatkan daya saing,” ujar Tom dalam pertemuan para pemred.

Tom mengatakan jika dirinya telah melakukan perubahan dalam Deregulasi dan Debirokratisasi sebagai langkah lanjutan untuk paket Kebijakan Ekonomi Tahap pertama.

Sembilan aturan yang sudah selesai ditangani antara lain, Angka Pengenal Impor, Ketentuan Impor produk Holtikultura dan Standarisasi Jasa Bidang Perdagangan dan Pengawasan SNI wajib Terhadap Barang dan Jasa yang diperdagangkan.

Dari 32 aturan regulasi dari 30 Peraturan Menteri Perdagangan dan 2 Peraturan Dirjen, diklasifikasi dalam 8 paket regulasi yang dimasukkan dalam paket Deregulasi dan 24 paket lainnya masuk dalam Debirokratisasi.

Tom menyampaikan jika persoalan ini tidak aan berhenti sampai disini, ” kami akan terus melakukan upaya deregulasi peraturan,” ujar Tom sambil menambahkan jika Kemendag sudah persiapkan 26 Peraturan Kementerian Perdagangan yang sudah siap ditandantangi.

(jalu)

loading...