Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang menjadi tantangan berat sektor kontruksi di Indonesia adalah tingginya angka kecelakaan kerja di bidang tersebut. Menurut data dari Jamsostek mencatat, 9 orang pekerja meninggal tiap harinya.

Lemahnya pengetahuan dan pengawasan serta penerapan UU Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia disinyalir menjadi faktor utamanya. Untuk itu dibutuhkan upaya pembekalan pengetahuan dan wawasan pada penerapan K3. Karena masalah keselamatan dan kesehatan kerja ini harus disadari bersama karena merupakan hak dasar dan perlindungan bagi tenaga kerja.

Sistem management k3 yang berjalan selama ini sangat tergantung pada Ahli k3 pada pelaksanaanya, namun para pekerja kontruksi masih lemah akan pengetahuan tentang keselamatan kerjanya. Akan sangat baik jika sistem management K3 berjalan dilakukan dengan pengawasan yang ketat oleh Ahli K3 dan didukung dengan kesadaran dan kemampuan pekerja dalam penerapannya.

Indonesia Safety Life (ISL), yayasan yang concern di bidang safety melalui pelatihan ini telah mencoba mengisi kekosongan dalam distribusi pengetahuan k3 kepada para pekerja, khususnya para pekerja konstruksi bangunan. Targetnya agar para peserta pelatihan sudah mempunyai wawasan untuk bekerja aman dan lebih mengutamakan keselamatan diri dan lingkungan  selama melakukan pekerjaanya.

Pelatihan Basic K3 untuk Kontruksi yang dilaksanakan ISL pada 12 – 13 September 2015 meliputi Dasar-dasar dan Regulasi Keselamatan Kerja Kontruksi, Pengendalian Resiko Pekerja Kontruksi, Prosedur Tanggap Darurat, Job Safety Analys, Pengenalan Alat Pelindung Diri, Tahapan kerja Kontruksi Bangunan, Pengetahuan tentang Perancah.

Selain materi yang terkait dengan safety di kontruksi, ISL juga memberikan pelatihan dasar untuk pendukung seperti Manajemen Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) , Training dasar pencegahan kebakaran dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Materi tersebut tidak hanya dalam kelas tapi peserta berkesempatan juga mempraktekannya.

Kami harapkan kegiatan-kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kwalitas sumber daya manusia khususnya para pekerja kontruksi didukung oleh kebijakan pemerintah. Sehingga program – program selanjutnya pelatihan dapat saling bersinergi antara lembaga pendidikan swasta dengan instansi pemerintah yang terkait.(Hefrizal)

loading...