Penyidik Kejaksaan Agung kembali memeriksa tujuh orang saksi (5/10) dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Swakelola Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional lnfrastruktur Pengendali Banjir pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Tahun Anggaran 2013. Dengan tiga orang Tersangka yaitu Tersangka W – PNS/Kepala Bidang Sistim Aliran Barat Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode April 2013 s/d Agustus 2013), Tersangka MR – PNS/Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistim Aliran Timur Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode Nopember 2012 s/d April 2013), dan Tersangka P – PNS/Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode Agustus 2013 s/d Desember 2013.

Pemeriksaan ke-tujuh orang saksi tersebut bertujuan untuk melengkapi berkas-berkas perkara tersangka W.

Ketujuh saksi yang diperiksa adalah
Syahruli Safei – Kepala Seksi Kecamatan Tambora Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Tahun Anggaran 2013, Ahlan – Staf Seksi Kecamatan Tambora Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat 2013, Urip M – Staf Seksi Kecamatan Tambora Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat 2013, Amir Pangaribuan – Kepala Seksi Kalideres Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Tahun Anggaran 2013, Ahmad Tjaryanto – Staf Seksi Kecamatan Kalideres Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat 2013, Juhri – Staf Seksi Kecamatan Kalideres Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat 2013 serta Nurhadi – Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat 2013.

Empat dari ketujuh saksi tersebut tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan yaitu : Saksi Syahruli Safei, Saksi Urip M, Saksi Amir Pangaribuan, dan Saksi Ahmad Tjaryanto. Sedangkan ketiga saksi lainnya hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.30 WIB.

Pemeriksaan ke tiga saksi tersebut,  pada pokoknya mengenai kronologis benar atau tidaknya terdapat pekerjaan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendali Banjir pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Tahun Anggaran 2013, dalam bentuk Pemeliharaan Infrastruktur Saluran Lokal, Pemeliharaan Saluran Drainase Jalan, Pengerukan dan Perbaikan Saluran Penghubung, serta Refungsionalisasi Sungai/Kali dan Penghubung yang dilaksanakan oleh para Saksi pada Periode April 2013 s/d Agustus 2013 termasuk pertanggungjawaban hasil pelaksanaan pekerjaannya, serta dugaan pemotongan dana pekerjaan berikut upah pekerja yang seluruhnya diduga fiktif untuk wilayah Kecamatan Tambora (Saksi Ahlan), Kecamatan Kalideres (Saksi Juhri), dan pada beberapa wilayah kecamatan yang dikelola sendiri oleh Saksi Nurhadi. (Hefrizal)

loading...