Jakarta – Walaupun harga sebuah ikat pinggang, Rp. 700 ribu, sepatu Rp. 1,5 Juta dan tas dihargai dengan nilai Rp. 3 juta, namun hasil kerajinan yang terbuat dari kulit buaya ini masih diminati oleh para pembeli pameran kerajinan Inovasi UMKM, Koperasi dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

Para pengunjung yang memadati pameran, yang diselenggarakan, Senin (5/10) di sebuah Mall di Kota Semarang, banyak yang terkagum dengan hasil karya tangan-tangan terampil yang menggunakan kulit buaya asal Papua.

Bahkan tidak sedikit yang melakukan transaksi, menurut salah satu pemilik stand, Semarang merupakan daerah yang juga memiliki animo yang tinggi terhadap hasil kerajinan kulit buaya ini, selain Jakarta.

Untuk mendapatkan kulit buaya asal Kota Merauke Propinsi Papua, saat ini sudah tidak terlalu sulit, namun kelangkaan bahan baku, yang membuat harga barang jadinya dipatok cukup tinggi, “ untuk kulit buaya di Kota Merauke dijual Rp. 30 ribu per inchi,” ujar salah satu penjaga stand, untuk satu ekor buaya dewasa bisa menghasilkan 20 inchi kulit buaya.

Sementara di Merauke sendiri, kulit buaya ini didapat dari hasil penangkaran yang dilakukan beberapa peternak, namun beberapa kulit buaya juga didapat dari hasil tangkapan buaya liar oleh masyarakat setempat.

(jall/sumber)

loading...