Jakarta, Bela Negara sebagai kewajiban dasar manusia juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggungjawab dan rela berkorban bagi bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesadaran Bela Negara harus dibangun, dibina dan ditumbuh kembangkan dalam diri setiap warga negara sejak usia dini melalui pendidikan seumur hidup dalam bentuk proses pembelajaran interaktif, partisipatif dan progresif sepanjang hayat. Dalam usaha menjaga integritas bangsa dan negara, perlu meningkatkan pembinaan pemberdayaan partisipasi masyarakat sesuai dengan tuntutan keadaan dewasa ini. 

Generasi Muda selaku generasi penerus bangsa ini,  tentunys sangat diharapkan dapat mengemban tugas yang telah diamanatkan oleh para pendiri bangsa, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat serta mampu mempertahankan Negara Kesatun Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Meningkatnya Kejahatan dan pergaulan-pergaulan yang dipengaruhi narkoba khususnya dikalangan muda, sangat mempengaruhi kemajuan bangsa kelak., Hal tersebut tentunya menjadi perhatian kita bersama untuk menanggulangi hal tersebut. Oleh karenanya kegiatan-kegiatan positif kepada kalangan generasi penerus bangsa perlu dikembangkan serta disesuaikan dengan perkembangan Informasi dan teknologi saat ini.

Salah satu kegiatan yang masih menjadi tulang punggung bagi pembangunan karakater generasi muda adalah Pramuka,  namun amat disayangkan karena kegiatan-kegiatan kepramukaan kurang diminati oleh kalangan muda, ditambah lagi kegiatan pramuka disekolah-sekolah kurang mendapatkan pelajaran yang mendalam tentang norma-norma yang mencakup Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Dalam mewujudkan Kesadaran Bela Negara sesuai amanat pasal 30 ayat (2) UUD 1945,  TNI AD melalui fungsi pembinaan teritorial berusaha membangkitkan, mendorong, mengarahkan serta mengendalikan keinginan, semangat dan daya masyarakat terutama bagi generasi muda. 

Sesuai dengan Pasal 7 Ayat 1 Undang-undang RI Nomor 34 tahun 2004 menyatakan bahwa tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara,, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Sedangkan pada ayat 2 menyatakan bahwa tugas pokok TNI dilaksanakan melalui Operasi Militer Untuk Perang ( OMUP ) dan Operasi Militer Selain Perang ( OMSP ) serta pada butir 8 menyatakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan Semesta. Sebagai aplikasi dari Pemberdayaan Wilayah Pertahanan, salah satunya memberdayakan Sumber Daya Manusia ( SDM ) masyarakat Indonesia, terutama generasi potensial.

Dengan ada pencanangan tentang revitalisasi gerakan pramuka Indonesia oleh Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI saat itu) dalam rangka pembinaan generasi muda melalui gerakan pramuka agar menjadi generasi muda berkarakter dan siap menjadi kader-kader pemimpin bangsa, TNI AD melakukan kerjasama pembinaan serta pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan. Berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007, TNI AD menaungi kegiatan kepramukaan melalui Satuan Karya (Saka) Wira Kartika.

Satuan Karya Wira Kartika merupakan bagian integral dari Gerakan Pramuka dan jajaran Kwartir Gerakan Pramuka yang merupakan wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan ketrampilan dan pengalaman Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam berbagai bidang kejuruan/teknologi, serta memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan karya nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. Keberadaan dan kegiatan operasional dari Saka Wira Kartika sebagai kepanjangan proses pendidikan progresif sepanjang hayat Kepramukaan yang berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Sigit Agus Hadi Saputra yang kerap dipanggil kak Sigit, yang merupakan Pamong Nasional Saka Wirakartika serta Andalan Muda Kwartir Nasional, mengatakan 
Perkembangan kepramukaan saat ini sudah banyak kemajuan, terbukti dengan banyaknya satuan-satuan karya pramuka yang dibina oleh instansi-instansi pemerintahan dengan pembelajaran sesuai dengan spesifikasi instansi tersebut. Seperti Saka Bhayangkara dibawah naungan Kepolisian, Saka Bahari dari Angkatan Laut, Saka Dirgantara dari Angkatan Darat, Saka Bhakti Husada dari Departemen Kesehatan, dan masih banyak Saka-saka lainnya.

Walaupun Saka Wirakartika terbilang baru seumur jagung, namun banyak kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama ini, yang disebut dengan Krida, di Saka Wirakartika dibawah naungan Angkatan Darat ada 4 krida yang diberikan kepada anggota Pramuka yaitu. Krida Navigasi Darat, Krida Pioneering, Krida Mountaineering dan Krida Survival, selain kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat Pertisaka. Sehingga dapat mendorong para kaum muda dan  pelajar pada khususnya agar dapat merasakan manfaat kepramukaan tersebut baik bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya.

Dengan menanamkan nilai-nilai kepramukaan terhadap kalangan muda, tentunya kader bangsa sebagai patriot pembangunan yang berjiwa Pancasila dan siap sedia membela bangsanya, serta menjadi mitra TNI dikalangan remaja dan masyarakat. (Hefrizal)

loading...