Jakarta – Sekitar pukul 00.00, Minggu (11/10), Hajjah Romlah terkaget ketika pintunya diketuk orang dengan keras, sambil teriak ada kebakaran, Romlah langsung kaget terbangun bersama anak perempuannya yang berumur 17 tahun, karena tergesa-gesa Romlah tidak sempat mengambil surat-surat ijin untuk dagangan buah-buahannya.

Sambil mengenakan daster tidurnya berwarna hijau, Romlah hanya pasrah melihat para petugas pemadam kebakaran bersama-sama dengan masyarakat berusaha memadamkan api yang semakin membesar.

Romlah sesekali berteriak, meminta petugas untuk menyiram lokasi tempat dagangannya, ketika air dari mobil pemadam tidak menyemprotklan air dikarenakan kehabisan air, namun suara Romlah tertelan oleh suasana ramai dikarenakan hampir semua mau ikut untuk membantu menyiram, ” habis semua pak, api sudah sampai ke dagangan saya,” ujarnya memelas, sementara anaknya, Romlah sendiri tidak tahu kemana.

Menurut beberapa warga yang sempat bercerita kepada pembawaberita.com, mengatakan jika api bermula dari sekitar warung makan, biasa disebut warteg, yang berada di sebelah jualan bumbu-bumbu dan sayur mayur. kebetulan pasar tradisional yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan julukan Pasar Kambing, di jalan Sabeni, Kebon Melati RW 12, Tanah abang, berdinding papan, dan api dengan cepat menyebar.

Untungnya angin tidak bertiup kencang, dan sebagian masyarakat ada yang berusaha membantu dengan menyiram dengan alat seadanya, seperti tempat sampah plastik digunakan untuk mengambil air dari rumah sekitar kebakaran, dan api bisa dipadamkan sekitar pukul 03.30.

(jall)

loading...