Jakarta – Bagi Jakarta International Container Terminal (JICT), RJ Lino bagaikan preman pelabuhan di Pelindo II, bagimana tidak, untuk mengintimidasi JICT, Lino tidak segan-segan membawa 300 anggota pasukan keamanan PT. Pelindo II, ke kantor JICT, Minggu (11/10) siang, sekitar pukul 09.30 wib.

Begitu Lino dengan pasukannya tiba di kantor JICT, atribut penolakan perpanjangan konsesi dengan asing, Hutchison Port Holding (HPH) di seluruh area gedung JICT.

Perpanjangan konsesi ini menurut Serikat Pekerja (SP) JICT sarat dengan korupsi antara HPH dan Lino, olehnya SP JICT melaporkan ke KPK terkait dengan perpanjangan konsesi tersebut, pada tanggal 22 september 2015 lalu.

Ketua Umum SP JICT, Nova Hakim, merasa heran dengan tindakan Lino datang dengan membawa pasukan bagaikan preman untuk mengintimidasi mereka, ” pemerintah harus melihat kebijakan Lino yang membuat kinerja di JICT tidak kondusif lagi,” ujar Nova dalam keternagan persnya.

Tidak kondusifnya suasana kerja di JICT, karena banyak pegawai dan yang diberikan surat peringatan dan mutasi ke departemen lain yang dibuat oleh manajemen baru JICT.

Lino sendiri membubarkan diri dengan pasukannya sekitar pukul 14.30 usai puas mempertontonkan gaya koboinya menghadapi tuntutan SP JICT.

(jall)

 

 

loading...