SEMARANG, PEMBAWA BERITA: Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga  menilai produk-produk dan pengembangan teknologi dari  LPPM (Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat)  Perguruan Tinggi  maupun Balitbangda (Badan penelitian dan Pengembangan Daerah)  potensial untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Karena itu saya akan menfasilitasi produk-produk yang potensial dari PPM maupun Balitbangda ini  untuk bisa mendapatkan akses pendanaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Menteri Puspayoga, seusai melakukan penandatanganan kerjasama dengan  Menteri Ristek dan Dikti, M Nasir mengenai Pembinaan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian Teknologi bagi Koperasi dan UKM, di  Hotel Crown Plaza, Semarang, Senin (12/10/2015).

Menurut Puspayoga, banyak hasil penelitiian dari kampus selama ini hanya berhenti sampai perpustakaan saja, atau sekadar penelitian saja. Hal itu karena berbagai kendala, mulai dari pemasaran sampai pada pembiayaan.  Padahal banyak hasil penelitian itu yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi produk komersial dan berguna bagi masyarakat.

Selama ini Kredit Usaha Rakyat (KUR) meski sudah berkembang luas di masyarakat khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) , namun belum sampai masuk ke kampus-kampus. 

“Nah dengan kerjasama  ini, kita akan implementasikan berbagai produk kampus ini menjadi produk massal dan bias menjadi produk komersial,” ujarnya.

Usai penandatanganan kerjasama, Menteri Puspayoga diajak berkeliling ke stan-stan kampus terkemuka di Jawa Barat, Jateng dan Jatim. Menteri Puspayoga mengaku sangat kagum dengan berbagai hasil penelitian kampus-kampus tersebut. Misalnya, di stan  Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan bibit unggulnya mulai dari padi, papaya sampai cabai. Lalu, Universitan Airlangga Surabaya dengan tepung singkongnya, juga Universitas Pekalongan, dengan pemanfaatan limbah menjadi batik.

Sementara itu Menristek dan Dikti M Nasir mengatakan, saat ini peningkatan jumlah peneliti di LPPM kampus sangatlah banyak dibandingkan dengan  tahun-tahun sebelumnya. Jika pada 2012, masih sekitar 1.400 peneliti, maka bertambah menjadi 2.100 peneliti pada  tahun 2013. Tahun 2014 bertambah lagi menjadi 2.200, dan pada 2015 ini jumlah peneliti jauh meningkat menjadi 10 ribu orang.

Hal ini menunjukkan kesadaran bagi Perguruan Tinggi untuk mendorong usaha kecil menengah sangatlah besar, sekarang tinggal bagaimana mengimplementasikan dukungan itu. Jadi kami bekerjasama dengan Kementerian UKM dan Koperasi, juga Kementerian Desa. (Agus) 

loading...