Wakatobi, Pembawa Berita
Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi, akhirnya  memeriksa Direktur Utama (Dirut)  PT Adi Putra Kahianga terkait Pengrusakan Terumbu Karang. Terumbu karang dirusak diambil batunya untuk menyuplay Proyek Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh (PIPK) di desa Mola Utara dan Mola Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.‬ Sebelumnya BTN Wakatobi juga telah  memeriksa kesaksian pengawas  dan pengawas pembantu proyek tersebut. Pemeriksaan tersebut dilaksanakan karena Proyek PIPK tersebut menggunakan material batu karang sehingga mengakibatkan degradasi lingkungan.‬  Demikian disampaikan oleh KSPTN Wilayah I BTN Wakatobi  Lukman Hidayat kepada media ini (10/10) saat ditemui di ruang kerjanya. “Pemeriksaan ini untuk meminta keterangan terkait penggunaan bahan material batu karang pada bangunan proyek tersebut” ujar Lukman. Dikatakannya pula  untuk mendalami kasus ini, pihaknya juga telah memanggil tiga orang masyarakat yang merupakan penjual batu karang yang dipakai untuk proyek tersebut. “Kami juga sudah koordinasi dengan instansi penanggung jawab pekerjaan ini, yakni PU Sultra juga PPKP Kendari terkait hal ini.” katanya lagi. Ditambahkannya hingga saat  ini pihaknya belum bisa menetapkan tersangka  pada proyek tersebut  karena masih dalam proses penyelidikan.‬ Oleh karenanya  pihaknya masih mengumpulkan dan mendalami semua data terkait  proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp 12 miliar itu. Lebih jauh Lukman mengatakan  hingga saat ini pihaknya telah memeriksa delapan orang, yang terdiri  lima  pelaksana proyek dan  tiga orang penjual batu karang. “Kami berharap penetapan tersangka bisa segera dilakukan” tutup Lukman. (Enel – Sultra.)

loading...