Kamboja – Pengalaman adalah pelajaran hidup, demikian yang dialami oleh Diana Saw, warga Singapura ketika berlibur ke Kamboja, tahun 2006 lalu, dan disanalah semua kehidupannya sebelumnya berputar terbalik, ketika dia menyaksikanb secara langsung dua orang ibu muda menjual bayi mereka, dikarenakan kehidupan miskin yang mereka hadapi.

“saya sangat trauma melihat itu semua,” ujarnya, ketika mengetahui jika dirinya dan umur wanita yang menjual bayinya sama, Diana melihat langsung kondisi kehidupan wanita yang menjual bayinya, dimana tidak ada listrik, toilet dan air, dan tempat dia duduk hanyalah beralaskan dedaunan kering.

Ketika pulang ke Singapura, Diana langsung mengalami pergulatan bathin yang panjang, dia ingin berbuat untuk mereka, apakah memberikan sumbangan kepada LSM setempat, setelah Diana melihat langsung kemiskinan yang berlangsung, sementara ratusan LSM berdiri, dirinya memutuskan untuk terjun langsung membantu.

Usai berkonsultasi dengan suaminya, Diana meninggalkan pekerjaannya sebagai Manajer di sebuah perusahaan miliaran Dollar, dan dua bulan kemudian dirinya telah pindah ke Kamboja dengan niat ingin melakukan bisnis, namun upayanya gagal, dikarenakan Diana sendiri terkendala bahasa dan budaya.

Dengan sisa modal yang ada Diana bangkit dan mulai melakukan usaha tas dari bahan daur ulang, namun itupun tidak mudah, seringkali dirinya di tipu oleh orang kepercayaannya bahkan tasnya sendiri ditiru oleh pembuat lain dan dijual dengan harga lebih murah.

Namun Diana tidak patah semangat, “ saya datang kesini bukan untuk mengubah dunia, namun untuk mebantu ke enam wanita pekerja saya agar mereka dan keluarganya dapat hidup lebih baik, tanpa harus menjual bayi mereka lagi,” ujarnya tenang.

(jall/sumber)

loading...