SEMARANG – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) wilayah Semarang yang mencakup 22 daerah tingkat ll di Jateng, optimistis mampu mencapai target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2015 sebesar rp 800 miliar

Optimisme itu disampaikan Pimpinan Wilayah BRI Semarang, Kurnia Chairudin saat menerima kunjungan Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga di Kanwil BRI Semarang, Selasa (13/10/2015).

“Sejak diluncurkan Agustus lalu kami langsung bergerak menyalurkan KUR. Mulai efektif akad kredit pada september. Sampai saat ini KUR yang sudah tersalur mencapai Rp 280 miliar,” ujarnya.

Dengan kemampuan menyalurkan Rp 200 miliar perbulannya, Kurnia mengatakan, optimistis target penyaluran KUR di wilayah Semarang dan sekitarnya akan tercapai

Dari jumlah Rp 280 miliar KUR yang telah tersalur itu, sebagian besar merupakan KUR mikro dengan plafon kredit di bawah Rp 25 juta, yang mencakup 18.000 nasabah penerima KUR sebesar Rp 265 miliar. Sisanya senilai Rp  15 miliar adalah KUR ritel yang mencakup 81 nasabah.

BRI Semarang sendiri wilayah kerjanya membentang dari Brebes, Tegal, Purwokerto di bagian barat, sampai Purwodadi dan Jepara di wilayah timur, sedangkan ke wilayah selatan sampai Salatiga.

Dia mengakui pihaknya agak sulit menyalurkan KUR Ritel dengan plafon di bawah Rp  500 juta, pasalnya, untuk plafon kredit ini membutuhkan nasabah yang benar-benar potensial untuk berkembang.

Meski demikian ia optimistis, akan mampu meyalurkan KUR mikro maupun ritel sesuai target.

Sementara itu Menkop UKM Puspayoga menghargai kemampuan BRI Semarang dalam menyalurkan skim kredit berbunga 12 persen ini yang akan turun lagi menjadi 9 persen pada 2016.

“Saya rasa kinerja BRI Semarang ini bisa memicu BRI wilayah lainnya maupun bank penyalur KUR untuk bisa mencapai target penyaluran KUR di 2015 ini yang sebesar Rp 30 triliun” ujar Puspayoga.

Menteri Puspayoga juga berharap perbankan penyalur KUR untuk menambah tenaga pendamping terkait dengan KUR 2016 yang diproyeksikan sebesar Rp 100 triliun.

Kemenkop dan UKM saat ini juga bekerjasama dengan pemda dan kecamatan dan BRI dalam mempersingkat perizinan UKM (IUKM). Dalam hal ini para calon debitur cukup datang ke cabang BRI terdekat dan tak perlu lagi verifikasi melalui kecamatan. Pihak kecamatan nantinya langsung memberikan IUKM begitu proses di BRI selesai.

(Agus)

loading...