Jakarta, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI memeriksa empat saksi terhadap Dugaan Korupsi yang dilakukan oleh P,  – PNS/Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode Agustus 2013 s/d Desember 2013 . Agenda Pemeriksaan saksi tersebut diperlukan guna melengkapi berkas (12/10/2015)

Ke empat saksi yang diperiksa adalah : Direktur PT. Blessing Karya Mandiri, Direktur PT. Yadhi Sentana, Direktur PT. Malaka Jaya Indah serta Direktur PT. Wibawa Tata Rizky.

Namun ketiga saksi yaitu Direktur pada PT. Blessing Karya Mandiri, PT. Yadhi Sentana, dan PT. Malaka Jaya Indah tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan.

Sementara saksi yang bernama Suyadi, yang mengaku sebagai Direktur PT. Wibawa Tata Rizky memenuhi panggilan penyidik dan pemeriksaan tersangka P sekitar pukul 09.30 Wib

Terhadap saksi Suyadi, pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologis pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendali Banjir pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Tahun Anggaran 2013, dalam bentuk Pengerukan Sungai/Kali Beos, Kecamatan Taman Sari masa pelaksanaan 22 Nopember 2013 sampai dengan 24 Desember 2013 dengan anggaran sebesar Rp. 1.477.413.476,-

Sebelumnya, dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Swakelola Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendali Banjir pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat, Tahun Anggaran 2013 senilai Rp 66.649.311.310 (Rp 66,6 milyar) tersebut,  telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu Tersangka W – PNS/Kepala Bidang Sistim Aliran Barat Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode April 2013 s/d Agustus 2013), Tersangka MR – PNS/Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistim Aliran Timur Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode Nopember 2012 s/d April 2013), dan Tersangka P – PNS/Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat (Mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Periode Agustus 2013 s/d Desember 2013 

Kasus ini bermula dari empat kegiatan pengadaan pemeliharaan infrastruktur saluran lokal, pemeliharaan saluran drainase jalan, pengerukan dan perbaikan saluran penghubung, serta refungsionalisasi sungai atau kali dan penghubung.

Namun pelaksanaanya diduga tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan dengan memalsukan sejumlah dokumen dalam dua laporan, sehingga seolah-olah pekerjaan itu sudah dilakukan pihak ketiga.

Akibat kasus ini, berdasarkan perhitungan sementara, negara diduga mengalami kerugian keuangan sekitar Rp 19.932.825.000 (Rp 19,9 milyar). Kerugian ini akibat dari pemotongan anggaran kegiatan yang dilakukan oleh ketiga tersangka.

Adapun rincian pemotongan tersebut, yakni Rp 3.984.697.000 (Rp 3,9 milyar) oleh tersangka MR, Rp 7.036.653.000 (Rp 7 milyar lebih) oleh tersangka W, dan Rp 8.911.475.000 (Rp 8,9 milyar) oleh tersangka P. (Hefrizal)

loading...