JAKARTA, PEMBAWA BERITA. COM: Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan untuk memenuhi agenda dan target pembangunan 2015- 2019, Kementerian PUPR membutuhkan pendanaan sebesar Rp 931,5 triliun.

“Dana sebesar itu termasuk program pendukung dan pengadaan lahan seluas 135.222 ha senilai Rp 108,66 triliun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dalam konferensi pers Satu Tahun Kabinet Kerja di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Menurut Basuki Hadimoeljono, hampir setahun ini Kementerian PUPR telah berupaya untuk melaksanakan agenda Nawacita yang diamanatkan di dalam RPJMN 2015- 2019.

“Sesuai agenda Nawacita, Kementerian PUPR mendukung agenda pembangunan sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan, maritim, energi dan pariwisata,” katanya.

Menurut dia, Kementerian PUPR ditugaskan untuk mengurangi kemiskinan melalui pelayanan air minum, sanitasi dan permukiman kumuh dan rumah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kementerian PUPR berkontribusi di dalam pembangunan Indonesia dari pinggiran, baik di wilayah perbatasaan antar negara, Kawasan Timur Indonesia, daerah- daerah tertunggal dan kawasan perdesaan,” katanya.
Basuki mengatakan untuk mendukung agenda ketahanan pangan, bidang SDA membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 361,56 triliun dengan program utamanya adalah pembangunan 49 waduk, ditambah 16 waduk yang sedang berjalan, pembangunan 1 juta jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 2,2 juta jaringan irigasi.

“Agenda ketahanan pangan ini membutuhkan lahan seluas 111,437 ha dengan nilai Rp 46,67 triliun,” katanya. (Agus)

loading...