Medan – Kesal selama sebulan menunggu hadiah yang tidak juga kunjung diterima oleh PSMS Medan, sebagai juara pertama Piala Kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Panitia dari Tim Transisi Kemenpora, para pemain langsung menyebarkan tulisan mengecam sikap Panitia.

“Negeri Kami Negeri Penipu” demikian tulisan yang tercantum di status Blackberry Message milik pemain dan official PSMS.

Sementara itu Manajemen PSMS sendiri berencana menemui langsung pihak panitia pelaksana kejuaraan, setelah mendapatkan persetujuan dari Komisaris Utama PSMS Medan.

Langkah yang diambil adalah menemui panitia terkait yang bertanggung jawab langsung dan apabila pihak panitia sendiri tidak memberikan alasan yang tepat untuk segera melakukan pembayaran, maka Manajemen PSMS akan melakukan tindakan hukum.

Demikian juga yang dialami oleh juara Runner up Persinga Ngawi, usai bertanding melawan PSMS Medan, Minggu (13/9) lalu, sampai saat ini hadiah sebesar Rp. 1 milyar belum juga mereka terima.

Bahkan Keluhan Jefri Kurniawan, sebagai pemain terbaik, melaui akun twitternya, @jefrijk menulis, “ sampai kapan kita harus menunggu, katanya perbaikan @kemerdekaan2015 @timtransisi2015 @imam_nahrawi @persinga1958,” tulis Jefry yang mendapatkan gelar pemain terbaik pada final piala kemerdekaan, dan berhak atas bonus sebesar Rp. 50 juta, namun juga belum dicairkan.

Faisol Riza, Staff Khusus Menpora, mengatakan jika hadiah akan segera dibayarkan paling lambat minggu depan, dan dirinya mengklaim jika pemerintah sudah menjamin.

Diawal digelarnya Piala Kemerdekaan ini, panitia Tim Transisi Kemenpora yang dipimpin Bibit Samad Rianto ini mengakui jika mereka di dukung oleh sepuluh sponsor, antara lain, perusahaan Telekomunikasi, Maskapai penerbangan dan minimarket.

(jall)

loading...