Jakarta – Usai melakukan penandatangan MoU pada tahun 2012 lalu di Morotai, Kantor Dagang Taiwan, IETO dan TETO, Taiwan Bussines Council, pihak PT. Jababeka yang berencana untuk mengembangkan Pulau Morotai sebagai kawasan Ekonomi Khusus masih berupaya keras.

” ini proyek jangka panjang, kami memulai dengan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu, baik itu fisik dan manusianya,” ujar S.D. Darmono selaku Direktur Utama PT. Jababeka, melalui selularnya. Baik TETO, IETO dan PT. Jababeka masih melakukan presentasi dan sosialisasi kepada para pengusaha Taiwan.

” Harus terus menerus kami yakinkan jika Pulau Morotai memang layak untuk dikembangkan, terutama dalam bidang pariwisata dan perikanan dan sebagai pusat perdagangan di bagian timur Indonesia,” ujar Darmono, namun Darmono sendiri tetap optimis jika ini akan berhasil kedepannya, dengan promosi secara terus menerus.

Kendala saat ini, beberapa pihak Taiwan masih merasa khawatir untuk melakukan investasi di Kabupaten Morotai, terutama persoalan transportasi, dan sebagai Pulau yang masih memerlukan anggaran yang sangat besar, PT. Jababeka memerlukan pendanaan yang besar pula, dan pilihan jatuh kepada Taiwan, karena Darmono yakin jika Taiwan adalah negara yang memiliki dana yang cukup, selain itu jarak Taiwan-Indonesia melalui Pulau Morotai hanya 2.600 km, bandingkan juga jarak Jakarta-Morotai 2.500 km.

Sementara pemerintah sendiri belum siap untuk mengembangkan Morotai, maka kehadiran pihak ketiga diperlukan, ” kami selalu mengundang konsultan untuk ikut membantu memaparkan kepada pemerintah, agar mau meregulasi khusus dan insentif yang luar biasa menarik, agar investor mau datang,” ucap Darmono.

Darmono tidak menampik jika saat ini kesulitan lainnya adalah mengkomunikasikan kepada publik, khususnya DPR, LSM dan Media, ” agar mau bersama-sama untuk membantu mendorong pemerintah memberikan perlakuan istimewa untuk kepada pulau kecil, namun kaya ini,” harap Darmono.

(jalu)

 

loading...