Kendari – Slamet Supriyanto (42) mantan Staf Seksi SDM dan Hukum Perum Bulog Divisi Regional (Divre)  Sultra berhasil diamankan aparat Selasa (13/10) setelah sejak tiga bulan lalu menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sultra.

Penetapan Slamet Supriyanto sebagai DPO  terkait kasus  tindak pidana korupsi penyimpangan penyalahgunaan Harga Tebus Raskin (HTR) Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2013 di Kantor Seksi Logistik (Kansilog)  Kolaka Sub Divre Unaaha.‬ Sejak ditetapkan sebagai tersangka  terkait kasus tersebut tahun  lalu,  tersangka melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya.

Kepada pembawaberita.com (14/10) Kasi Penyidikan Kejati Sultra, Muhammad Risal mengatakan bahwa Slamet selama ditetapkan sebagai tersangka sejak satu tahun lalu ia melarikan diri. “Akhirnya  Slamet ditetapkan sebagai DPO” ujarnya, ditambahkannya semenjak ditetapkan sebagai DPO pula pihaknya langsung melakukan pemantauan terhadap keberadaan Slamet.

Bahkan sebelumnya di Bulan Mei 2015 lalu, pihak Kejati Sultra berusaha melakukan pendekatan secara kekeluargaan namun tetap saja Slamet tidak mempunyai itikad baik. “Pada bulan Juli Agustus itu kami meminta bantuan ke Kejagung melalui Pusat Pemantauan atau Monitoring Center, pada tanggal 12 kemarin kami akhirnya mendapat info dari Kejagung, telah menemukan keberadaan Slamet Supriyanto” Ujarnya lagi.

Ditambahkannya Slamet Supriyanto diketahui berada di Jawa Tengah di Kota Kudus, dan selama dirinya berada di kota tersebut tersangka bekerja di salah satu perusahaan pupuk. “Saat Slamet diketahui berada di Kudus, Tim Kejati Sultra langsung berangkat ke Jepara dan Kudus.

Sebelum dibekuk juga kami melakukan pendekatan terlebih dahulu ke pihak perusahaan dan melibatkan pihak kepolisian setempat”‬ ungkap Rizal.

Berkat koordinasi yang baik akhirnya pada hari Selasa (13/10) Slamet berhasil diringkus sekitar pukul 15.00 WIB di Perusahaan Pupuk  tempat ia bekerja.

Usai diringkus Slamet langsung digiring ke Kota Kendari Sulawesi Tenggara. dan pada hari Rabu (14/10) sang DPO tiba  di Kendari.

Sekitar  pukul 13.00 Wita pada hari yang sama, Slamet langsung menjalani pemeriksaan sekaligus penahanan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

(Nomilia)‬

loading...