JAKARTA, PEMBAWA BERITA. COM: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan jadwal ujian sekolah 2015/ 2016  di Sumatera dan Kalimantan tidak terpengaruh  oleh bencana asap dan akan dilaksanakan sesuai jadwal semula.

“Kami akan mengejar waktu yang hilang akibat anak didik tidak bisa belajar karena bencana asap terutama pada puncaknya 14-21 September,” kata  Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad dalam Bincang Pagi di Jakarta, Kamis (15/10/2015). 
Hamid Muhammas didampingi Kepala Birokrasi Humas Kemdikbud Asianto Sinambela.

Menurut Hamid, upaya mengejar ketinggalan tersebut dengan mengurangi waktu libur sekolah dari 2 Minggu menjadi hanya seminggu saja.

Dia mengatakan bencana kabut asal tersebut menimpa    3.588 sekolah dasar, 1079 SMP, 440 SMA dan 280 SMK.

Menurut Hamid, daerah yang paling parah terkena kabut asap adalah provinsi Jambi dan provinsi Riau.

“Sekolah-sekolah kami liburkan pada saat indek pencemaran asap (ISPU) mencapai lebih dari 300. Kalau di bawah 200 kami tugaskan siswa datang ke sekolah untuk mmbuat tugas 1 jam,” katanya. 

Menurut dia, murid tidak libur kalau ISPU di bawah 100 dengan memakai masker datang ke sekolah. 

“Kalau keadaan tidak memungkinkan, kami liburkan siswa,” katanya. 

Menurut dia, pihaknya sudah membagikan masker untuk siswa agar bisa ke sekolah, meskpun tugas tersebut merupakan domain tugas Kementerian Kesehatan.

“Namun karena masker dari Kemenkes sudah habis dan tidak mencukupi, maka kami mendrop pula masker,” katanya. 

Menurut Hamid, pihaknya mempertimbangkan untuk melengkapi sekolah dengan air purifier (penjernih udara) karena bencana asap ini selalu berulang sejak 1990.

“Namun kami harus mengubah desain sekolah, karena kebanyakan sekolah merupakan bangunan dengan ventilasi terbuka,” katanya. 

Menurut Hamid,  prioritas Kemdikbud selama ini adalah pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak atau ambruk.

“Namun bencana asap ini menjadi perhatian serius kami,” katanya. (Agus) 

loading...