Internasional – Seorang warga Negara Kosovo menghadapi tuntutan Pengadilan Amerika Serikat, dan jika terbukti, Ardit Ferizi akan menghadapi tuntutan penjara 35 tahun.

Ardit Ferizi ditangkap di Malaysia atas permintaan dari Amerika Serikat, karena diketahui jika Ardit berhasil menembus database militer dan mengambil data pribadi jumlah prajurit sebanyak 1.351 termausk karyawan Federal Amerika.

Departemen Kehakiman Amerika sendiri saat ini sedang mencari usaha untuk mengektradiksi Ardit dari Malaysia, oleh Jaksa Amerika yang menuduhnya sebagai “Th3Dir3ctorY” dan berasal dari kelompok Hacker “Internet Security” asal Kosovo.

Terungkapnya pencurian data ini, berasal dari salah satu rilis yang dikirimkan via twitter oleh anggota Negara Islam, Junaid Hussain, bulan agustus 2015, dalam twitternya, Junaid mengunggah link dokumen milik tenatara dan karyawan federal Amerika.

“Kami berada dalam email Anda dan sistem komputer, menonton dan merekam setiap langkah Anda. Kami memiliki nama Anda dan kita penggalian data rahasia dan menyampaikan informasi pribadi Anda untuk tentara khilafah yang segera dengan izin Allah akan menyerang leher Anda di tanah sendiri. ” ujar Junaid Hussain yang sempat menggemparkan.

(jall/sumber)

loading...