Amerika – Ternyata banyaknya imigran yang masuk ke Amerika dari berbagai Negara, menentukan sector peklerjaan yang merek tekuni.

Hasil dari penelitian Ekonom William Kerr, dari Harvard Business School, dan Martin Mandroff, Kompetisi Otoritas Swedia, mempelajari hubungan antara etnis, pilihan pekerjaan, dan kewirausahaan.

Mereka menemukan bahwa kelompok-kelompok etnis di Amerika Serikat cenderung berkonsentrasi di bisnis tertentu, kelompok social terisolasi kecil ini mencapai keberhasilan keuangan yang cukup melalui jenis kewirausahaan terkonsentrasi.

Para peneliti mendapatkan, jika para imigran memutuskan berbisnis berdasarkan interaksi mereka, “ kecenderungan untuk mengelompok di sector industry tertentu dikarenakan interaksi pasar dan lebih mengandalkan lingkungan terdekat seperti keluarga, teman-teman atau orang-orang dalam kelompok etnis mereka.

Imigran asal Korea lebih banyak 34 kali menjalankan bisnis laundry, sementara Gujarati yang berbahasa India 108 kali lebih bnayak mengelola bisnis motel (hotel kecil).

Sementara imigran yang berasal dari Yaman adalah 75 kali lebih banyak memiliki took dibandingkan dengan imigran lainnya, sementara Yunani, banyak berkonsentrasi menjalankan sektor restoran, sementara imigran dari Timur Tengah lebih memungkinkan memiliki toko kelontong dan toko minuman keras.

(jall/sumber)

loading...