Jember, Pembawaberita
Pada panen kedelai Selasa (13/10) pagi lalu, di lahan Kelompok Tani Mulyo Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi yang dihadiri PPL, Babinsa dan Danpos Ramil 0824/30 Sukorambi ada kepuasan tersendiri di raut wajah anggota kelompok tani.

Menurut Pgs Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember, Letkol Arh Surya Dani, S.H hal ini dikarenakan adanya peningkatan produksi pada panen kedelai saat ini yang masuk pada program upaya khusus padi jagung dan kedelai melalui pendampingan PPL dan Babinsa pada program ketahanan pangan.
“Ini dalam mewujudkan swasembada pangan secara nasional. Desa Jubung merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Sukorambi yang masuk kategori lahan datar dan di kerendahan sehingga relatif bagus untuk pertanian,” ungkap Pgs Dandim 0824/Jember kepada media, kemarin siang.

“Adanya panen kedelai tersebut, Babinsa bersama PPL tentunya harus mampu memberikan motivasi yang baik kepada petani, baik secara moral maupun tehnis sehingga kualitas produksi panennya bisa meningkat, dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan petani yang bermuara pada terwujudnya upaya khusus program ketahanan pangan secara nasional,” tambahnya.

Salah satu anggota kelompok tani Budi (39), warga Desa Jubung saat diwawancarai juga menyampaikan kepuasannya dengan panen kali ini karena dari batangan yang dilihat nampak buahnya agak padat optimis saya hasil panen kali ini mampu mencapai 2 ton lebih per hektarnya.

“Dibandingkan pada panenan kedelai beberapa tahun yang lalu yang mengalami kerugian karena diserang hama dan panennya sedikit sekali sehingga petani disini ketakutan menanam kedelai,” katanya.

Namun kata Budi, kali ini dengan pendampingan PPL dan Babinsa lebih intensif sehingga arahan secara tehnis mampu memberikan masukan kepada petani dalam pengolahan lahan maupun perawatan tanamannya.

Sementara itu, Danpos Ramil 0824/30, Peltu Hakim saat ditemui media, menyampaikan bahwa pendampingan Babinsa dan PPL serta dibantu oleh Mahasiswa Univ Brawijaya Malang yang beberapa waktu lalu juga memberikan pendampingan tentunya bertujuan untuk memotivasi petani sehingga produksi pertaniannya meningkat.
“Hal tersebut sesuai program upaya khusus ketahanan pangan dalam mewujudkan swa sembada pangan. Dalam hal ini tentunya tidak lebas dari kerjasama yang baik antara pendamping dan petani sehingga mampu mewujudkan harapan tersebut,” ujarnya. (afu)

loading...