Pemalang – Pemberitaan yang begitu bombastis, bahkan sekelas acara Mata Najwa juga perlu mengangkat isyu, yang dilemparkan oleh media dengan mengutip ucapan Ahok, jika dirinya harus masuk Islam sesuai arahan Adhyaksa Dault.

Dalam wawancara secara live Adhyaksa tidak membantah namun juga tidak membenarkan semuanya, “saya memang menyinggung jika Ahok islam akan saya dukung, (menjadi Gubernur atau presiden),” ujar Adhyaksa melalui telewicara, menurut Adhyaksa dirinya tidak mengucapkan sepenggal, namun ada lanjutannya, jadi bukan seperti yang disangkakan oleh media.

Muhammad Asrori, Pengasuh Yayasan Pesantren Al-Mujaddid, melihat lebih jauh terkait ucapan Adhyaksa, ” yang saya lihat maksud dari Adhyaksa terkait kejadian ini (larangan Ahok zikir d Monas),” ujar Asrori.

Tujuan dari omongan Adhyaksa terkait dengan Ahok menjadi muslim, agar Ahok tidak lagi menyinggung perasaan umat muslim, “selama ini Ahok banyak mengeluarkan kalimat yang menyinggung, terutama kepada kaum muslim,” ujarnya, maka wajar jika Ahok menjadi muslim dipastikan tidak menyinggung perasaan umat Muslim lagi ujar Asrori.

Sementara itu, Habib Luthfi Bin Yahya Anggota Syuriyah PBNU, dan Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah NU, asal Pekalongan, dalam acara Tahun Baru Islam 1437 H, di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, mengatakan dalam ceramahnya, jika pemimpin sudah tidak dipercayai oleh rakyat, maka negara atau wilayah yang dipimpinnya akan hancur.

(JALU)

 

loading...