Tambun, Pembawaberita.com- Acara sosialisasi pencegahan pelemparan Kereta Api yang hingga kini masih menjadi salah satu kendala dalam keamanan dan kenyamanan berkereta api. Data dari Humas PT KAI Daop 1 Jakarta menunjukkan,sejak Mei hingga Agustus 2015 saja telah terjadi 8 peristiwa pelemparan. Dampaknya beragam,mulai dari kaca pecah hingga korban pingsan,terluka parah bahkan mengalami kebutaan. Lokasi terjadinya pelemparan cukup beragan,tapi umumnya area yang rawan berada di lingkungan padat penduduk dan berdekatan dengan rel kereta api.

PT Kereta Api Indonesia ( PT KAI) pun melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak pelemparan. Mulai dari pemasangan teralis pada lokomotif untuk melindungi awak masinis dalam menjalankan tugasnya,pergantian jendela gerbong menggunakan akrilik, hingga upaya hukum.

Mereka pun berkordinasi dengan kepolisian, tokoh masyarakat dan Komunitas untuk terus menerus mengadakan sosialisasi.
Indonesian Railway Preservation Societ (IRPS) bekerjasama dengan Humas PT KAI Daop 1 Jakarta mengadakan kegiatan sosialisasi Pencegahan pelemparan Kereta Api. Acara tersebut diadakan di SDN Mekarsari 01/02 dan SMK Budi Perkasa yang berdekatan dengan rel kereta api, IRPS dan PT KAI berharap kegiatan ini bisa mengurangi niat para siswa untuk melakukan pelemparan,acara sosialisasi dan pemaparan dari PT KAI tersebut digelar di Tambun Selatan Jawa Barat, Senin(19/10).

Budi Bahariawan Sofyan, Ketua IRPS mengatakan, “Kami menyadari sepenuhnya bahwa kegiatan pelemparan ini sangat berbahaya, Dampaknya sangat mengerikan,bisa terjadi kebutaan pada korban”.

Beberapa karyawan PT KAI sudah mengalaminya. Dari berbagai upaya yang dilakukan,upaya pencegahan adalah yang terbaik.
IRPS sebagai komunitas pecinta kereta api yang sudah lama berkiprah,merasa turut bertanggungjawab untuk mengenalkan cinta kereta api pada anak-anak.
“Kami mengenalkan cinta kereta api,supaya di hati anak-anak ini tumbuh rasa suka dan pada akhirnya bukan hanya tidak melakukan pelemparan, tapi kelak anak-anak ini juga akan menjaga aset perkeretaapian dari tangan-tangan jahil,”harapan Budi kedepannya.

Senior Manager Corporate Communications PT KAI Daop 1 Jakarta, Bambang S.Prayitno mengatakan, IRPS kami anggap sangat cocok dengan kultur di PT KAI,selain karena kesenioritasannya IRPS juga mampu menyebarkan virus cinta kereta api di kalangan para siswa.

Dalam Pasal 180 UU Nomor 23/2007 menyatakan, setiap orang dilarang menghilangkan, merusak atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan atau tidak berfungsinya sarana dan prasarana perkeretaapian. Sementara UU No.23 Tahun 2007 pasal 180 mengancam pelaku pelemparan dengan penjara maksimal 15 tahun. ( Kamal)

loading...