PB Jember,
Kasus pencabulan yang melibatkan salah satu siswa SMAN 1 Balung berinisial D warga Desa Kasian, Kecamatan Puger, menurut Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Budi Hartono, berkasnya sudah P21, namun tinggal menunggu barang bukti dan alat kelengkapannya saja.

Menurut Budi kepada media, dalam bulan ini akan segera disidangkan. Berkas tersebut sudah masuk sejak 30 September 2015 lalu.
“Penyidik tinggal menambahkan barang bukti danalat kelengkapan dari tersangka itu saja, langsung disidangkan,” jelasnya kemarin diruangkerjanya.

Diterangkan pula, tersangka tersebut diancam dengan Pasal 81 ayat 2, Undang-Udang RI Nomro 35 Tahun 2014, perubahan Undang-Undang RI Nomro 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
“Atau diancam dengan pasal 82 ayat 1 Undang-Udang RI Nomro 35 Tahun 2014, perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.

Jaksa yang menangani kasus tersebut adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Puspitorini.
Sebelumnya kasus ini dinilai sejumlah guru telah mencoreng nama baik sekolah. Peristiwa ini juga menjadi preseden buruk bagi pendidikan siswa di sekolah. Untuk itu, yang bersangkutan diminta sejumlah guru, agar segera dikeluarkan dari sekolah.

“Jangan sampai ada dampak buruk dengan memberikan pembelajaran buruk dengan dibiarkannya siswa yang tersangkut kasus hukum pidana pencabulan itu,” ujar salah satu guru yang namanya minta tidak disebutkan ini kemarin. Sejumlah gurupun telah melaporkan masalah ini ke petugas pengawas. Rencananya, hari ini semua laporan itu akan diserahkan ke Kepala Dinas Pendidikan Jember.

Sejauh ini rupanya ada oknum yang ditengarai ‘bermain’ agar anak tersebut tetap bertahan di sekolah. Namun, para guru  berharap upaya untuk mengeluarkan siswa tersebut, tidak mengalami hambatan dan tujuannya untuk membersihkan nama baik sekolah tercapai.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, gadis berusia 15 tahun, sebut saja namanya Bunga, telah digarap di sebuah rumah sewa yang ada di Puger. Sebelum digarap, korban lebih dulu diberi minuman sehingga membuatnya tak sadarkan diri. Korban sadar setelah bebeberapa saat kemudian dan merasakan sakit pada organ intimnya.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polres Jember oleh keluarga korban karena merasa tidak terima dengan perbuatan pelaku. Akhirnya, polisi menangkap dua orang pelaku pencabulan atas nama Sholeh dan D yang masih duduk di bangku kelas 3 SMAN 1 Balung. (tik)

loading...