Dewi Yasin Limpo (DYL) ditangkap KPK dlm kasus dugaan suap terkait suatu proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik.

Bagi saya itu tak mengagetkan.

Mengapa? Pertama, belum lama ini mendengarkan dari suatu pihak tertentu yang pernah berhubungan dengannya untuk urusan yangg berkaitan tugas srikandi dari Makasar itu. Aroma transaksional demikian tercium dari sikapnya.

Kedua, tentu banyak yang masih ingat sengketa perolehan suara dari dapil Sulawesi Selatan pemilu 2009 yang melibatkan DYL.

Ybs pernah diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri karena ada temuan manipulasi putusan Mahkamah Konstitusi, yang ditengarai kerjasama antara oknum anggota KPU, oknum di internal MK dan DYL.

Itu artinya, DYL juga berbakat untuk ‘halalkan segala cara’.

Namun tentu sangat memprihatinkan. Betapa tidak. Pertama, ia dari keluarga terpandang dan bergelimang materi. Sebagian saudara kandungnya pun pernah dan sedang jabat sebagai kepala daerah, termasuk Syahrul Yasin Limpo yang sekarang Gubernur Sulsel.

Sehingga jika yang bersangkutan waras dalam agama, maka sebenarnya fokus untuk mengabdi kepada rakyat dan atau uuntuk perbaikan pengelolaan negara.

Namun begitulah. Ia ternyata juga masih demikian rakus dengan materi.

Kedua, DYL adalah putri yang budayanya menjunjung tinggi rasa malu yang biasa disebut dengan budaya “siri”. Tapi rupanya hal itu sama sekali sudah hilang dari dalam diri yang bersangkutan, sehingga kelakuannya tak peduli apakah akan berdampak pada “tertamparnya diri dan keluarga oleh kotoran busuk” seperti sekarang ini.

Ketiga, DYL menambah deretan perempuan korup tahun 2015 ini. Parahnya, gaun2 mereka sangat kental nuansa religiusnya. Makan barangkali, cerita ‘perempuan cenderung bersih’ sehingga layak untuk selalu dapat prioritas agaknya harus dilupakan, di mana sekaligus DYL berjasa utk itu.

Sekaligus mencederai citra pemakai busana Muslimah di bangsa ini. Karna boleh jadi hanya akan dianggap ‘fashion biasa yang mengelabui’, karena kelakuannya sangat jauh dari busana yang dikenakan. Semoga yg bersangkutan bisa ‘taubat nasuha’ saat di penjara nanti.

(Laode Ida/ Mantan Ketua DPD RI)

LaOde Ida

 

loading...