PB, JAKARTA : Dalam Paket kebijakan ekonomi jilid V ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memfokuskan pada dunia perpajakan.

Presiden menerapkan dua aturan yang diterbitkan oleh pemerintah, yaitu soal insentif pajak dan penghapusan pajak berganda untuk kontrak kolektif dana investasi real estate (DIRE) atau yang biasa disebut REITs (Real Estate Investment Trust).

Hal tersebut dijelaskan oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution di Istana Negara Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Menko Darmin mengatakan, kebijakan pertama adalah soal insentif pajak dalam revaluasi aset perusahaan, baik BUMN maupun swasta.

Menurut Darmin, bila perusahaan merevaluasi, nantinya akan dapat meningkatkan kapasitas perusahaan mereka. Juga akan membuat kapasitas dan performa finansial meningkat dalam jumlah signifikan.

” Bahkan dia pada tahun-tahun berikutnya bisa membuat profit lebih besar,” kata Darmin.

Seperti tarif pajak penghasilan (PPh) dalam revaluasi aset normalnya dikenakan 10%, namun dalam paket ini ada insentif potongan, sebagai berikut:

Revaluasi aset hingga 31 Desember 2015, tarif PPh 3%

Revaluasi aset 1 Januari hingga 30 Juni 2016, tarif PPh 4%

Revaluasi aset 1 Juli hingga 31 Desember 2016, tarif PPh 6%

Sedangkan untuk kebijakan kedua adalah penghapusan pajak berganda untuk kontrak kolektif dana investasi real estate (DIRE) atau yang biasa disebut REITs (Real Estate Investment Trust).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnyya pemerintah telah mengeluarkan empat Paket kebijakan ekonomi.

Paket kebijakan ekonomi jilid I dikeluarkan pada 9 September 2015. Paket ini terfokus untuk mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum, dan kepastian usaha, mempercepat proyek strategis nasional serta meningkatkan investasi di sektor properti.

Paket kebijakan ekonomi jilid II dikeluarkan pada 29 September 2015. Paket ini terfokus pada izin investasi untuk industri yang ada di dalam dan di luar kawasan industri.

Paket kebijakan ekonomi jilid III dikeluarkan pada 7 Oktober 2015, memfokuskan pada penurunan harga energi dan perbaikan iklim usaha.

Paket kebijakan ekonomi jilid IV dikeluarkan pada 15 Oktober 2015 terfokus dalam membuka lapangan kerja, dunia usaha dan investasi yang akan diberikan kemudahan baik perijinan maupun prosedur lainnya.

(Lus)

loading...