PB, Jakarta – Panglima Armada Barat (Pangarmabar) TNI-AL Laksamana Muda TNI A. Taufiq R menggelar konferensi pers tentang keberhasilan koarmabar dalam menangani aksi tindak pidana kejahatan di laut, acara tersebut berlangsung di Aula Jos Sudarso, Mako Koarmabar, Jln Gunung Sahari Jakarta Pusat. Jumat (23/10).

Dalam acara tersebut Pangarmabar mengatakan, ada upaya pihak luar yang berusaha menciptakan kesan bahwa perairan Selat Malaka tidak aman dengan membuat laporan palsu.

“Mereka banyak membuat laporan palsu untuk membuat kesan bahwa perairan Selat Malaka tidak aman,” kata Panglima Armada Barat (Pangarmabar) TNI-AL Laksamana Muda TNI A. Taufiq

Menurut Taufiq, setiap ada laporan bahwa ada pembajakan, pencurian kapal atau laporan kehilangan kapal selalu difollow up dengan mendatangi pihak pelapor.

“Kami mengatakan kepada pelapor apabila ternyata mereka membuat laporan palsu, maka akan kami black list dan kami tidak mau menindaklanjuti apabila kelak kapal mereka benar-benar mengalami musibah perompakan atau sejenisnya,” ujarnya.

Pangarmabar mengatakan, setelah ada ancaman blacklist tersebut, sejak dua bulan lalu tidak ada lagi laporan pencurian atau laporan pembajakan kapal di Selat Malaka.

Pangarmabar yang berhasil membebaskan pembajakan kapal Indonesia di perairan Somalia mengatakan di Selat Malaka tidak rawan seperti di Somalia.

“Kalau di Somalia ada puluhan kapal yang dibajak dengan minta uang tebusan. Tapi di Selat Malaka kan tidak ada,” katanya.

Menurut Taufiq, pihaknya selalu menindaklanjuti setiap laporan pembajakan dengan mendatangi kapal atau pemilik kapal.

Menurut Pangarmabar, berbagai laporan palsu tersebut merupakan grand design untuk memberi kesan Selat Malaka tidak aman, agar ada pihak asing yang bisa masuk ke perairan selat Malaka.

Taufiq mengatakan kecepatan bertindak sangat diperlukan dalam penanganan informasi kasus pembajakan kapal.

“Pada Selasa, 20 Oktober 2015 ketika saya dalam perjalanan ke Port Blair, India dengan menggunakan pesawat Patmar TNI-AL CN-235 dalam rangka pelaksanaan Patroli Terkoordinasi India- Indonesia (Indindo) saya dapat laporan adanya kejadian perompakan di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Dari dalam pesawat Pangarmabar mengatakan, saya perintahkan Asintel dan Asops Pangarmabar untuk melaksanakan investigasi dan melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut guna memverifikasi kebenarannya.

“Sebagai hasilnya pada tanggal 20 Oktober 2015 pkl 09:00 WIB di Perairan Tg Dato Kepulauan Riau Tim WFQR-4 Lanal Tanjung Balai Karimun dan KRI Kujang-642 telah menangkap boat pancung. Dan 4 orang pelaku yang diduga melakukan perompakan terhadap TB Bukit Prima 01,” katanya.

Sebuah boat pancung dan 4 orang pelaku, katanya, menyerah setelah dilaksanakan tembakan peringatan oleh KRI KJG-642, sedangkan 2 boat pancung lainnya melarikan diri.

“Barang bukti berupa 20 galon jerigen isi minyak dan 1 bh boat pancung beserta 4 pelaku dibawa ke Lanal Tanjung Balai Karimun untuk proses hukum selanjutnya,” kata Pangarmabar.

Koarmabar berkomitmen untuk menciptakan rasa aman bagi pengguna laut di wilayah yurisdikasi Republik Indonesia dan siap melakukan kerja sama dengan otoritas negara lain guna mengatasi kejahatan lintas negara.

Koarmabar juga telah berhasil menangkap dan memproses hukum beberapa kasus perompakan dan pembajakan kapal-kapal di Selat Malaka.

( Kamal )

loading...