PB, Jakarta – Kepulauan Maluku yang terbentang dari ujung Pulau Morotai di Maluku Utara hingga Pulau-pulau Terselatan di Maluku telah menorehkan sejarah maritim yang panjang.

Hingga membuat eropa (portugis, spanyol, inggris, belanda) bergantian menjamahnya. Kini, cara pandang memandang Kepulauan Maluku telah bergeser dari maritim dan laut ke cara pandang daratan, terbukti dengan adanya ribuan IUP, rencana investasi perkebunan skala besar (sawit, tebu dkk) dan Migas.

Padahal Pemerintahan saat ini (Jokowi-JK) telah mencanangkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. artinya, Maluku-Maluku Utara sebagai basis kepulauan dan laut mesti didorong sebagai lokomotif utama poros maritim dunia, karena berada pada poros pasifik.

Karena kegelisahan di atas, dan dalam rangka menyambut hari sumpah pemuda, sekelompok Pemuda Kep. Maluku yang terhimpun dalam “Solidaritas Pemuda Kepulauan Maluku Menggugat” berencana merefleksikan Kepulauan Maluku lewat hari Sumpah Pemuda.

“Hari sumpah pemuda ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan bangsa terutama Kep. Maluku yang menjadi bagian dari NKRI”. Ujar salah satu Inisiator, Mahyudin Rumata, saat di wawancara di Hotel Artotel, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10).

” Kami akan membuka kotak pandora koorporasi yang beroperasi di Kep. Maluku yang mengancam keberlanjutan kehidupan orang Maluku dan Maluku Utara “, tambah pria yang di sapa Yudi. lanjutnya, kegiatan akan dilakukan di Rumah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tebet, Jakarta Pusat.

Dalam refleksi ini akan menghimpun seluruh elemen pemuda yang berasal dari Kep. Maluku yang tinggal di jakarta. “Semua Pemuda Maluku akan dilibatkan dalam gerakan ini, baik yang dari Maluku Utara maupun Maluku”, sambung Abdul, inisiator lain.

(jalu)

loading...