Jakarta – Regulasi aturan importir ternyata bukan murni dari hasil kajian satgas dwelling time, ” iya ini memang keluhan para importir,” ujar Ronny Uci, wakil ketua satgas, dwelling time, Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya.

Keluhan para importir ini memang menjadi kendala dalam melancarkan impor, jika selama ini mereka hanya memantau barang mereka harus menggunakan sistim manual, maka dengan adanya aturan regulasi peraturan yang akan diubah, akan semakin mempercepat.

” para importir nantinya tinggal memasukkan nomor perusahaan dan barang, maka akan terlihat dilayar monitor barang milik mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar barang dipelabuhan tidak terlalu lama, dengan memangkas menjadi 4 hari, ” kami malah menargetkan hanya 2,5 hari saja,” ujar Ronny bangga kepada pembawaberita.com.

Dalam konperensi pers yang dilakukan, ketua Satgas Dwelling Time, Agung Swardono mengatakan saat ini mereka sedang mengusahakan agar barang milik para importir tidak lagi terpisah, ” akan kami kumpulkan menjadi satu tempat,” ujar Agung.

Tempat yang akan dipakai adalah CY JICT yang akan langsung berhubungan dengan terminal JICT, dan diperkirakan dapat menampung jumlah kontainer yang masuk ke pelabuhan Tanjung Priok.

(Jalu)

 

 

loading...