PB Jakarta, Setahun kinerja Kementerian BUMN dibawah kepemimpinan Rini Soemarno menunjukkan kinerja yang tinggi dibanding periode-periode sebelumnya. “Meski pun masih harus menghadapi banyak tantangan, namun BUMN telah memberikan kontribusi cukup signifikan dalam perekonomian nasional dan penerimaan negara,” Hal tersebut dikatakan Rini saat menggelar satu tahun kinerja BUMN yang bertema “BUMN Hadir untuk Negeri”.

Total Aset BUMN saat ini mencapai lebih dari sepertiga Produk Domestik Bruto (PDB) 2015 sebesar Rp 4.664 T sedangkan ditahun 2014 Total Aset hanya sebesar Rp 4.580 T, dengan jumlah Industri sebanyak 119 usaha yang terbagi per sektor Industri, yaitu Banking, Trading, Tourism, Industrial Area, Agriculture, Forestry, Forestry Planfation and Fertilizer, Logistic and Operation, Minning, Strategic Industries, Construction and Cement, Printing, Shipping, , Fishing, Pharmacy, Telecommunication serta sektor-sektor lainnya.

Jumlah pajak dan dividen yang disumbangkan oleh 119 BUMN tersebut terus mengalami kenaikan, sejalan dengan peningkatan kinerja BUMN. Perkiraan kontribusi BUMN pada APBN TA 2015 mencapai Rp220 triliun, terdiri atas setoran pajak sebesar Rp183 triliun dan dividen sebesar Rp 37 triliun. Kontribusi BUMN TA 2015 tersebut lebih tinggi dibanding kontribusi 2014 yang hanya mencapai Rp177 triliun.

Dari segi laba, BUMN masih on track sesuai target pendapatan BUMN, total aset per Juni 2015 juga masih tumbuh 1,84 persen dibanding Desember 2014, dengan total pendapatan Rp 807,4 T atau 37 persen dari target 2015 dengan perolehan laba sebesar Rp 64,2 T atau sebesar 49 persen dari target 2015.

Berikut 20 BUMN Penghasil Laba Terbesar berdasarkan prosentase : BRI (11,95), Telekomunikasi Indonesia (10,98), Bank Mandiri (10,34), Pertamina (7,20), PGN (2,95), BNI (2,46), Semen Indonesia (2,19), Pupuk Indonesia (1,91), Jasa Raharja (1,14), Pegadaian (1,08), Angkasa Pura II (0,92), Perum Bulog (0,89), BTN (0,83), Bukit Asam (0,79), Pelindo III (0,64),  Angkasa Pura I (0,62), Kereta Api Indonesia (0,59), Jasa Marga (0,59), Inalum (0,53) dan Perum LPPNPI (0,44).

Dalam mendorong laju pertumbuhan perekonomian nasional, RKAP BUMN 2015 melakukan Belanja Modal (Capital Expenditure/capex) sebesar Rp 322,76 T atau 2,18 persen dari target 2015 Belanja Modal terhadap PDB. Menteri BUMN mengatakan “Bapak Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak akan berkembang perekonomiannya apabila infrastruktur tidak dibangun secara cepat pula., Dengan kegiatan ini kami memberikan gambaran bagaimana BUMN-BUMN telah bekerja selama satu tahun dan merealisasikan salah satu program Presiden RI untuk berpartisipasi membangun negeri,” Oleh karenanya sebagian besar capex ditujukan pada proyek-proyek strategis yang mendukung nawacita.

Per Juni 2015 BUMN telah mengerjakan 86 proyek strategis dengan melibatkan 25 BUMN, dengan jangka waktu penyelesaian antara 1-3 tahun.

Pencapaian akselerasi proyek strategis BUMN ditahun 2015 yaitu  30 dari 86 proyek strategis atau lebih dari 50 persen dari target 2015 telah terpenuhi. Prosentase akselerasi proyek strategis tersebut meliputi : kepelabuhan (3%), kebandarudaraan (4%),  perkeretaapian (11%), PLTU (14%), Jalan Tol (19%), EP Migas (25%) dan proyek lain (24%). Proyek lain dimaksud yaitu Belanja Modal yang dipergunakan untuk program usaha kerakyatan termasuk PNM.

Serapan Tenaga Kerja Proyek Strategis per Juni 2015, dari 39 proyek yang telah berjalan mampu memperkaryakan 65.928 orang dan akan bertambah. Target jumlah SDM ditahun 2015 diperkirakan sekitar 808 ribu orang dan lebih banyai dibanding tahun 2014 yang hanya berkisar 775 ribu orang. (Hefrizal)

loading...