JAKARTA, PEMBAWA BERITA. COM: Tak lama lagi, Indonesia akan menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan diberlakukannya MEA, maka akan terjadi aliran jasa, barang, investasi, dan tenaga kerja terlatih tertentu secara bebas dari sesama negara Asean.

“Hal ini akan menciptakan peluang sekaligus tantangan baru bagi perekonomian nasional. UKM sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional dituntut memiliki daya saing produk yang dihasilkannya dengan standar internasional”, kata Meliadi Sembiring, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUKM Kemenkop dan UKM, dalam acara seminar nasional ‎dan pemilihan UKM Inovatif di Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Menurut dia, berdasarkan panduan AEC Blueprint dan Asean Strategic Plan of Action for SME Development, ada tujuh aspek yang menjadi titik berat. Antara lain, keuangan, pasar, teknologi dan inovasi, layanan konsultasi dan informasi, pembangunan SDM, infrastruktur, serta kerangka kebijakan dan peraturan.

“Dari ketujuh aspek tersebut, bagian yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah inovasi. Inovasi selalu menjadi kebutuhan bagi suatu perusahaan atau organisasi untuk dapat bertahan hidup dan berkembang,” ujar Meliadi.

Menurut dia, sejalan dengan konsep siklus hidup usaha (product life cycle), inovasi dapat menjauhkan suatu usaha yang sudah mature menjadi decline. Karena, inovasi dapat mendorong perusahaan tersebut untuk memperkenalkan ciri khas baru dari produk yang diberikannya.

“Banyak UKM di Indonesia yang sudah menunjukkan orientasi pada aspek inovasi. Hal ini perlu diimbangi dengan pemberian penghargaan, khususnya dari pemerintah, sehingga UKM merasa menjadi pengusaha yang diperhatikan oleh pemerintah,”  tutur  Meliadi.

‎Terkait pemilihan UKM Inovatif, Meliadi menjelaskan bahwa dimensi inovasi yang dinilai meliputi teknologi (mampu memanfaatkan teknologi baru untuk peningkatan kualitas produk maupun proses produksi), proses dan pelayanan, pemasaran dan jaringan, serta desain (pembuktian keberhasilan dalam merancang secara unik desain produk-produk UKM).

“Dimensi tersebut didukung dengan mempertimbangkan aspek lainnnya, seperti inovasi yang dilakukan sukar ditiru, dapat memanfaatkan secara komersial dengan kapabilitas yang ada, menyediakan nilai tambah yang berarti bagi pelanggan, tepat waktu, dan hal lainnya yang bermuara pada produk dengan keunggulan kompetitif”, jelas Meliadi.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan penilaian dan seleksi terhadap 125 UKM dari seluruh Indonesia. Kemudian, dilakukan verifikasi lapangan terhadap UKM yang potensial untuk menjadi finalis.

Dari proses itu, Dewan juri merekomendasikan 10 finalis UKM Inovatif Tahun 2015. ‎Antara lain, CV Natural House, Ramayana Agro Mandiri, DreamArch Animation, Parfum Gue Indonesia, Indonesia Trekking, Pelangi Indonesia, heySTARTIC AV Peduli, Serba Susu Lembang, BNR, dan Alaric Studio. (Agus)

loading...