PB, SUMEDANG – Maraknya pencurian ternak di wilayah Buahdua, Tanjung Medar, Tanjungkerta, Surian dan Conggeang menjadi dilema tersendiri.
Selama Bulan Oktober lalu, di wilayah hukum Polsek Buahdua telah terjadi empat kali pencurian ternak.
Masing-masing di Desa Mekarmukti, Desa Ciawitali dan dua kali di Desa Cilangkap. Hal itu diungkapkan Kapolres Sumedang, AKBP Nazly Harahap melalui Kapolsek Buahdua, AKP Sudrajat yang didampingi Kanit Reskrim Aiptu Maman B Madna.
Di Desa Cilangkap satu kali berhasil digagalkan oleh anggota kpolisian,” ujar Sudrajat mengawali perbincangannya, kemarin.
Sudrajat mengatakan, jalur yang sasaran pencurian ternak terdiri dari empat kecamatan. Yaitu, Kecamatan Tanjungmedar, Tanjungkerta, Surian, Buahdua dan Conggeang. Menurutnya, mereka sudah hapal dengan kondisi jalan di wilayahnya beroperasi.
“Seperti Jalur Buahdua Sanca yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dan Indramayu menjadi tempat pelarian mereka. Kondisi jalan yang bagus dan tujuan mereka kabur menjadi mendukung,” terangnya.
Modus yang dipakai pelaku, sambungnya, biasanya hewan dibawa dalam keadaan hidup-hidup ke dalam mobil. Atau, dipotong di tempat-tempat yang dianggap pelaku aman. “Biasanya plaku memakai mobil-mobil jenis tertentu. Dan, itu sudah menjadi catatan anggota,” terangnya.
Dikatakan Sudrajat, untuk mencegah agar tidak terulang terjadinya pencurian ternak, dirinya trus melakukan operasi ruti dan berkoordinasi dengan Polsek lainnya. Disamping itu, ia beserta anggota terus menyisir tempat-tempat yang dianggap rawan pencurian ternak.
Sudrajat mengharapkan dan menghimbauwarga untuk kembali menggiatkan ronda malam. Menurutnya, hal itu harus dilaksanakan di setiap Desa.
“Agar kemanan dan ketertiban terpelihara bersama-sma. Demi terpeliharanya suasana kondusifdan aman,” pungkasnya.
(ariosut)
loading...