PB, Jakarta – Java Heritage Trail Expedition merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dikemas melalui field study, atau darma, dan wisata.

Selama 10 hari, guru dan siswa dari Asia, Eropa, Argentina dan Australia akan diperkenalkan tentang sejarah pendirian Negara Indonesia yang dahulu bernama Nusantara..

Jaman kegelapan selama beratus tahun melalui berbagai bentuk penjajahan, hingga Bangsa Indonesia yang sudah mulai mengenyam pendidikan tersadar untuk bangkit dan memperebutkan kembali.

Dalam  acara penyambutan itu 100 orang  peserta Java Heritage Trail Expedition  2015 diterima oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Silviana Murni, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta Pusat , Senin (2/11).

Inisiator East West Collaboration Nina Feyruzi mengatakan acara Java Heritage Trail 2015 yang digagasnya merupakan upaya untuk meningkatkan saling pengertian berbagai budaya dan bangsa.

“Java Heritage Trail Expedition  2015 ini akan berlangsung selama 10 hari dari Jakarta, kemudian ke Bandung, Cirebon, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan berakhir di situs Majapahit yaitu Mojokerto,” kata Nina Feyruzi diakhir acara tersebut.

Menurut Nina, acara tersebut adalah kegiatan antar sekolah (school to school connection) antar Bangsa, “Dalam pertemuan setiap tahun itu diadakan pertemuan International Friendship Week (IFW). Java Heritage merupakan bagian dari International Friendship Week,” katanya.

Nina mengatakan IFW diikuti oleh sekolah – sekolah dari berbagai negara di benua Asia dan Eropa, termasuk dari Indonesia.

“Kami berharap ke depannya semakin banyak sekolah dari Indonesia yang mengikuti East West Collaboration Project ini, sehingga bisa meningkatkan sekolah di Indonesia melalui kemitraan sekolah antar bangsa,” ujarnya.

Menurut Nina, Java Heritage ini merupakan event yang pertama dan diharapkan bisa berlangsung setiap tahun, mengingat antusiasme dari peserta. Seharusnya kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang telah mendaftar, namun karena bencana kabut asap, hanya 100 peserta yang bisa hadir.

“Sebenarnya kami secara organisasi  sudah mengadakan kegiatan serupa sejak 2011 yang bertepatan dengan East West Collaboration Conference di Medan, Sumut. Acara tersebut sepenuhnya didukung oleh Pemkot Medan,” tuturnya.

Menurut Nina,  kegiatan sebelumnya adalah Asia Europe Classroom pada 2013 di Bali. Pada 2014 diadakan International Green Camp dalam mempromosikan isu Global Warming untuk menyelamatkan Bumi kita.

“Kita adakan pembersihan sungai pengolahan sampah, penyelamatan ikan di sungai. Program ini dilaksanakan dengan pemilahan sampah, pemindahan komunitas ikan itu ke tempat yang lebih baik,” ujarnya. Kegiatan global warming itu diadakan di Filipina bekerjasama dengan pemerintah daerah Davao.

“Organisasi East West Collaboration beranggotakan 250 sekolah di Asia dan Eropa, termasuk dua sekolah dari Australia, Argentina di Amerika Selatan, dan satu sekolah dari Selandia Baru,” ujar Nina.

Melalui kegiatan Java Heritage Trail ini, Nina berharap semakin tergali sejarah Bangsa Indonesia yang merupakan hal luar biasa karena mengingat peristiwa-peristiwa di masa lalu untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang.

Deputi Gubernur Silviana Murni yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama menyatakan menyambut baik kegiatan East West Collaboration Java Heritage Trail 2015 ini.

“Kami menyambut baik program ini karena berbagai sekolah yang tergabung di dalamnya bisa memetik manfaat demi kemajuan sekolah masing-masing. Dalam program ini bisa mendekatkan Kebudayaan masing-masing negara dan saling pengertian di antara mereka,” ujarnya.

Menurut Silviana, gagasan besar Nina Feyruzi untuk mengadakan pertukaran siswa sekolah dan kebudayaan masing-masing negara melalui program East West Collaboration ini memang patut dihargai.

“Program ini sejalan dengan upaya pemprov DKI Jakarta untuk memperkenalkan tokoh Proklamator Indonesia Soekarno- Hatta yang memproklamasikan RI di Ibukota Negara Jakarta,” katanya.

Melalui program ini, katanya, kita juga bisa memperkenalkan kejayaan zaman Kerajaan Majapahit melalui situs budaya Trowulan, di Mojokerto kepada berbagai negara peserta program ini.

Hadir dalam acara Java Heritage Trail Expedition tersebut para Pejabat Pemda  DKI beserta jajarannya.

(Kamal)

loading...