PB, Cianjur – Ribuan warga ‘digelandang’ Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Barat dari rumahnya masing-masing, Rabu (4/11) dan dikumpulkan di lapangan Brimob tepat di depan Istana Cipanas, Cianjur.

Warga tergolong tidak mampu itu dijemput dengan menggunakan puluhan kendaraan truk dan bus operasional Brimob.

Ternyata ribuan warga itu bukan lantaran telah melakukan tindak pidana ataupun membahayakan keamanan dan ketertiban, melainkan untuk mendapatkan pelayanan pengobatan gratis.

Bertempat di Markas Komando Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jabar-Cianjur, ribuan warga yang mengantri giliran tersebut memeriksakan kesehatannya kepada sejumlah dokter yang telah disiagakan. Kegiatan pengobatan gratis ini merupakan bagian dari rangkaian Dirgahayu Brimob yang jatuh pada 14 November mendatang.

Berdasarkan informasi di lapangan  warga yang berobat tersebut berasal dari 20 desa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Pacet, Sukaresmi dan Cianjur. Dengan menyiapkan sepuluh bus dan truk Brimob, para warga ini dijemput di kediamannya untuk mengikuti pelayanan pengobatan gratis tersebut.

Wakil Kepala Satuan Brimob Jabar, AKBP Agustri Heryanto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli kesehatan menjelang HUT Brimob.

Dalam momentum itu, pihaknya ingin lebih membantu masyarakat dalam kegiatan nyata, utamanya dalam bidang kesehatan masyarakat.

“Tujuannya untuk membantu masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan yang kesulitan biaya pengobatan,” kata dia di sela-sela kegiatan di Cipanas, Cianjur.

Pada kegiatan tersebut, para warga dipersilahkan memeriksa kesehatannya. Mulai dari tensi darah, konsultasi dengan dokter umum hingga pemeriksaan gigi. Tujuh dokter umum, tiga dokter gigi dan sejumlah personel kesehatan diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Diungkapkan Agustri, kegiatan tersebut tidak hanya digelar di Cianjur melainkan di seluruh markas Brimob Jabar. Sejumlah personel diterjunkan untuk mendata warga yang memerlukan pengobatan. Selanjutnya, warga dijemput untuk mengikuti pengobatan gratis.

“Sebenarnya yang mendaftar hari ini mencapai 1.500 warga namun untuk hari ini yang terlayani 1.000 dulu,  Selanjutnya personel kembali diterjunkan untuk melakukan pengobatan dalam patroli kesehatan ini. Kegiatan ini juga digelar di Cikeruh, Garut sama Cirebon,” kata dia.

Agustri menambahkan, mayoritas warga yang berobat sudah lanjut usia. Tidak jarang, untuk berjalan pun mereka kesulitan, sehingga harus dibantu keluarga atau personel yang siaga.

Adapun berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, mayoritas penyakit yang diderita warga yakni darah tinggi dan maag.

Koordinator dokter, Taufan Gunawan mengatakan, penyakit tersebut diakibatkan kurangnya kesadaran warga akan pola sehat.

“Warga banyak yang berpikiran sekali minum obat penyakitnya selesai, padahal tidak demikian. Jika pola makan dan pola hidup tidak dijaga tetap saja,” kata dia.

Warga mengeluh darah tinggi karena tidak menjaga pola makan. Mereka pun mengaku menderita maag dan pegel linu akibat selesai bekerja.

“Kali ini kami lebih mendekatkan pada edukasi agar warga menjaga kesehatan dan mengantisipasi segala gangguan pada tubuh,” pungkas dia.

(Ruh)

loading...