PB, Medan –  Leo Nababan Ketua DPP Partai Golkar bidang Infokom dan penggalangan Opini Publik menyampaikan keprihatinannya atas dua kader Partai Golkar di Sumut, yang ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka.

Kedua Kader terkait rentetan berbagai dugaan suap yang melibatkan sejumlah oknum Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRD-SU).

“Adanya dua kader yang ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka, saya menyampaikan turut prihatin atas masalah yang menimpa mereka. Untuk itu diharapkan semoga mereka tetap tabah dan tawakal dalam menjalani proses hukum yang sedang bergulir, mengingat bagaimana pun mereka adalah kawan-kawan dan sahabat lama saya di Partai Golkar,” ungkap Leo Nababan Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Ancol ini melalui ponselnya, kamis, (5/11),

Saat disinggung bagaimana DPP Partai Golkar dalam menyikapi masalah tersebut, dengan tegas Leo Nababan mengatakan, bahwasanya kader yang tersandung kasus korupsi maupun yang sudah ditetapkan menjadi tersangka lalu terbukti melakukan tindak pidana korupsi oleh KPK sehingga kemudian dinaikkan statusnya menjadi terdakwa, dipastikan hanya memiliki 2 pilihan yakni mengundurkan diri atau dipaksa untuk mundur alias dipecat.

Sedangkan terkait menyeruaknya isu adanya percepatan dilakukannya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kedua oknum kader Partai Golkar yang saat ini masih menduduki Pimpinan DPRD-SU dan anggota DPRD-SU aktif, Leo membenarkan kalau DPP Partai Golkar telah melakukan rapat dan mengantongi sejumlah nama yang akan diusulkan untuk menggantikan posisi jabatan kedua kader tersebut.

Hanya saja, mengingat KPK menyatakan masih ada tersangka baru yang bakal meyusul, sehingga dalam hal ini Partai Golkar masih menunggu perkembangan kasus ini.

“Jangan sampai terjadi, setelah diangkat pegganti rupanya kemudian menjadi tersangka pula. Maka ada baiknya kita tunggu saja dulu, siapa tahu ada pula lagi kader Partai Golkar lainnya yang ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK,” jelas Leo Nababan.

Harapan Leo, kedepannya, siapapun kader Golkar yang terpilih menjadi Pimpinan PAW DPRD-SU  hendaknya jangan sampai menyakiti hati rakyat dan tetap harus mawas diri sehingga tidak tergerus zaman yang semakin edan ini, apalagi terlilit pusaran berbagai kasus korupsi serta perbuatan melawan hukum lainnya.

Janganlah orang lain melakukan korupsi lalu kader Golkar juga ikut-ikutan melakukan korupsi yang sedang trend secara bersama-sama seolah-olah perbuatan korupsi tersebut bukan pelanggaran hukum.

Dalam kesempatan ini, Leo Nababan menyatakan Partai Golkar tetap konsisten mendukung kinerja KPK dalam menuntaskan dan melakukan penindakan terhadap oknum-oknum pelaku korup bahkan Partai Golkar merupakan Partai yang tidak mendukung adanya ide merevisi UU KPK yang dianggap sebagai wujud pelemehan terhadap lembaga anti rasuah tersebut.

(Lo)

loading...