PB, Jember – Banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) yang rusak menjadi keluhan bagi tim pemenangan masing-masing pasangan calon.

Seperti yang disampaikan oleh kedua tim pemenangan pasangan Bupati Jember, baik Sugiarto – dr Dwi Karyanto paslon nomor urut satu dan dr Faida – Kyai Muqit paslon nomor urut dua.

Menurut Jupriadi, juru bicara Tim Paslon Nomor Urut Satu, mengatakan sejak disepakati dan dipasang oleh KPU Jember pada 24 Agustus 2015 lalu, terdapat ratusan umbul-umbul dibeberapa lokasi milik Paslonnya yang ditemukan dalam kondisi rusak dan robek termasuk sebagian diantaranya yang hilang.

Ia mengaku tidak dapat berbuat apa apa atas banyak nya APK milik pasangan Sugiarto – dr. Dwi yang  rusak, karena kewenangan untuk perbaikan atau mengganti APK rusak tersebut tidak diberikan kepada Paslon.

Antara tim pemenangan dan KPU Jember belum membuat kesepakatan jika terdapat APK yang rusak diganti.

“Kami telah melakukan pengecekan turun ke bawah, di beberapa kecamatan banyak yang hilang atau yang rusak, dan itu hampir disetiap kecamatan,” ungkap Jupri kepada sejumlah media, siang tadi.

Dikatakan Jupri, jika pihaknya telah berkirim surat kepada KPU Jember untuk meminta klarifikasi hal tersebut.

“Karena hal seperti ini paslon kami merasa sangat dirugikan, dan hubungan kami hanya dengan KPU bukan dengan pihak rekanan, Bagaimana teknisnya, kami juga tidak mengetahui,” bebernya.

Hal yang senada juga diutarakan dari tim pemenangan paslon nomot urut dua, Thamrin selaku tim pemenangan bidang advokasi, menjelaskan jika pihak paslon nomor urut dua juga merasakan rugi jika APK hilang atau rusak.

“Jelas itu adalah tugas dari rekanan, sebab berdasarkan aturan yang ada, sejak dipasangnya APK, dan jika ada yang rusak atau hilang rekanan wajib mengganti dan memasangnya ulang dalam kurun waktu 6 bulan ke depan, itu sudah aturan,” kata Thamrin kepada media.

” Kalau tidak salah dalam dokumen kontrak, kan sudah dijelaskan seperti hal itu,” kata Thmarin, dan sesuai perhitungannya, masa kontrak rekanan itu sampai 5 Desember nanti.

“Prosesnya kan lelang, itu acuannya ya sesuai Perpres nomor 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa. dan semuanya disitu jelas kok,” ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Jember Divisi Logistik, Endah, yang dihubungi via telpon menegaskan, pihaknya akan mengganti dan memperbaiki APK yang rusak, namun tidak mengganti alat peraga yang hilang.

“Dan itu saya laporkan ke rekanan, jumlahnya mungkin bisa mencapai ratusan,” ungkap Endah.

Hal itu sebagaimana diatur oleh PKPU tentang Kampanye, selain itu pemasangan APK oleh KPU telah sesuai dengan kesepakatan dengan masing-masing Paslon yang aspek keamanan dapat mereka awasi.

Ketika awak media mencoba meminta agar bisa mengkonfirmasi pihak rekanan, Endah berkelit menjawab tidak memilikinya.

Sampai dengan berita ini ditayangkan, rekanan masih belum dikonfirasi lebih lanjut.

Pantauan awak media, disejumlah titik pemasangan APK kedua paslon bupati Jember memang terjadi kerusakan bahkan terdapat baliho atau spanduk kedua Paslon yang hilang.

(tik)

loading...