PB, Palembang – Atlet Kano putra dan putri Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Rio De Jainero 2016 mendatang, setelah di hari ke empat kejuaraan Asian Canoe Championship yang di gelar di danau komplek Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, tak satu pun mampu bersaing di enam nomor final nomor olimpic. Indonesia hanya mampu meraih medali perak dari nomor kano 200 meter doble putra.

Indonesia yang menurunkan pasangan Marzuki dan Mehu Spen Stuber mampu finish di urutan kedua di belakang pedayung Kazakstan, pasangan Indonesia ini pun berhak atas mendali perak nomor non olimpic, meski saat menjelang garis finsih perahu mereka terbalik.

Sebelumnya Mehu Spen Stuber yang turun di nomor olimpic gagal bersaing dengan negara lain, hanya mampu finish diurutan ke tujuh, sehingga memupuskan harapanya untuk berlaga di olimpiade, Brasil 2016.

Usai pertandingan, Marzuki mengatakan dirinya bersama Mehu Spen Stuber rekannya se-tim sangat bersyukur masih bisa meraih medali dalam kejuaraan ini, meski tiket olimpiade gagal diraih mehu spen stuber.

“Kita sangat bersyukur bisa meraih medali perak dalam kejuaraan ini, meski gagal meraih tiket ke olimpiade, namun kita masih bisa meraih medali lagi besok di nomor Dragon Boat,” ujar saat diwawancarai PembawaBerita.com, Sabtu sore (7/11/15).

sementara itu, di nomor kayak 200 meter tunggal Putri, Atlet Indonesia, Carolina Anita Pangkatana, gagal meraih mendali setelah finish di urutan ke delapan.

raihan satu mendali perak ini bagi tim atlet Kano Indonesia sudah melampaui target karena atlet-atlet kano indonesia masih dibawah atlet-atlet dari Kazakstan, Jepang, Uzbekistan dan Iran, namun Indonesia gagal mencapai taret untuk meloloskan Atletnya ke Olimpiade.

di hari terkahir akan dipertandingkan, nomor Dragon Boat, yang merupakan nomor andalan Indonesia, nomor ini juga sekaligus mengukur kemampuan atlet Indonesia untuk proyeksi Sea Games 2018 nanti.

loading...