PB, Jakarta : Duta besar Amerika Serikat Robert O. Blake, Jr. membantah kabar adanya makelar yang mengatur pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Barrack Obama di Gedung Putih, beberapa waktu lalu.

“Ada laporan tentang perusahaan melobi yg mengatur perjalanan Presiden @jokowi ke AS. Laporan itu tidak benar. – #DuBesBlake,” tulis Blake di akun Twitter U.S. Embassy Jakarta.

Menurut Blake, pertemuan itu sudah sejak lama dirancang Kementerian Luar negeri bersama Kedutaan Amerika di Jakarta. “Menko Pandjaitan & #MenluRetno yg memimpin Indonesia bekerja sama dg @usembassyjkt @statedept dan @whitehouse. – #DuBesBlake,” tegasnya.

Penegasan Dubes Blake ini untuk membantah isu yang ramai diperbincangkan menyusul artikel yang ditulis Dosen Ilmu Politik Asia Tenggara dari School of Oriental and African Studies, Dr. Michael Buehler yang dipublikasikan asiapacific.anu.edu.au, beberapa hari lalu.

Buehler menyebut sebuah perusahaan Singapura telah membayar USD80 ribu kepada tim asal Las Vegas untuk membantu Presiden Jokowi mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama.

Menurut Beuhler perusahaan konsultan Singapura itu yakni Pereira International PTE LTD, telah menyepakati kerjasama dengan R&R Partner’s Inc, perusahaan asal Las Vegas yang diduga menjadi makelar.

Sementara R&R Partner’s, kata Beuhler, bekerja sebagai konsultan bagi pejabat RI, yang membantu untuk mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah membantah kabar tak sedap itu. Retno mengaku sedih dengan adanya isu makelar itu, sebab pihaknya sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkan pertemuan antara Jokowi dengan Obama.(Lus)

loading...