PB, Palembang – Sudah hampir tiga bulan lebih kota Palembang, Sumatera Selatan, di selimuti kabut asap akibat pembakaran lahan, namun pada sabtu sore (7/11/15) kabut asap mulai menipis, warga pun mulai memberanikan diri membawa anak bermain di luar ruangan tanpa mengunakan masker lagi.

Seperti terlihat di salah satu tempat wisata di pelataran Bentang Kuto Besak (BKB), dimana masyarakat sudah mulai memberanikan diri untuk mengajak anaknya bermain di luar ruangan, namun ada juga pengunjung yang masih mengunakan masker. Selain itu, Jembatan Ampera yang merupakan ikon kota Palembang yang selama ini diselimuti kabut asap sudah mulai terlihat jelas dari kejauhan.

Yeyet Khodijah (27), salah satu pengunjung yang mengajak balitanya mengatakan baru kali ini dirinya berani mengajak anaknya bermain di luar ruangan, karena kabut asapnya sudah di nilai sudah mulai menipis.

“Sudah hampir tiga bulan terakhir dirinya tidak pernah lagi mengajak anak saya keluar rumah karena masih tebalnya kabut asap, namun sore ini kabut asap sudah menipis, jadi saya beranikan diri untuk mengajak anak ku ke pelataran BKB ini,” ujar Yeyet saat diwawancarai, PembawaBerita.com.

Hal senada juga dikatakan Indra Yadi (31) yang juga mengajak istri dan anaknya ke BKB, dirinya sudah bosan dengan kabut asap yang selama ini menyelimuti kota palembang/ sehingga baru kali ini dirinya bisa mengajak keluarganya bermain diluar ruangan karena kabut asap sudah mulai menipis.

“Mumpung lagi akhir pekan mas, dan juga kabut asapnya sudah mulai menipis, jadi apa salahnya mengajak keluarga jalan-jalan ke BKB yang selama ini tidak pernah lagi kesini karena kabut asap,” tuturnya.

Sebelumnya kabut asap pada pagi hari masih sangat pekat menyelimuti kota palembang/ bahkan Sabtu pagi (7/11/15) beberapa jadwal penerbangan di bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2, palembang sempat terganggu.

Berdasarkan data dari satelit Aqua,Terra Modis, ada 107 titik api di Sumatera Selatan, semuanya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sedangkan untuk titik api di pulau Sumatera hanya Provinsi Bangka Belitung 4 titik api dan Provinsi Sumsel 107 titik api dengan total 111 titik api di pulau Sumatera.(Yokhe Rahma)

loading...