PB Cianjur-Anggota Komisi II DPR RI, Diah Pitaloka mendesak pemerintah kabupaten Cianjur untuk memperhatikan kesejahteraan buruh di Cianjur. Hal itu berkaitan dengan mulai dialihkannya CIanjur menjadi kota industri.

Menurut dia, diliriknya Cianjur oleh investor untuk mendirikan industri, yakni dikarenakan murahnya upah minimum kabupaten (UMK) Kota Tauco dengan kota/kabupaten lainnya.

“Iya memang, karena murah jadinya investor masuk ke sini (Cianjur). Jika di kota lainnya ongkos produksi tinggi akibat mahalnya upah,” kata dia, Selasa (10/11).

Murahnya upah buruh, kata dia, jangan sampai membuat kesejahteraan menjadi berkurang, pasalnya kini kebutuhan poko sudah semakin meningkat. Maka dari itu, lanjut dia, pemerintah kabupten harus juga memberikan perhatiannya kepada buruh untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan begitu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari investor, bisa sebanding dengan meningkatnya perekonomian.

“Jangan hanya ingin meraup PAD sebanyak mungkin, tapi buruh dikesampingkan nasibnya. Pemerintah juga harus punya konsep dalam merubah CIanjur menjadi kawasan industri, jangan sampai mengacaukan rencana tataruang CIanjur,” tuturnya.

Sementara itu, Pengurus Serikat Buruh PT Pou Yuen Indonesia, Hasan mengatakan, saat ini upah buruh Cianjur masih jauh dari cukup, yakni diangka Rp1,6 juta. Padahal dari kajian di lapangan, upah seharusnya sudah mencapau Rp2,7 juta.

“Ini sudah berdasarkan sutvey di pasar, kebutuhan terus meningkat. makanya upah juga harus meningkat. Pemerintah jangan sampai tutup mata, melihat kondisi ini. jangan biarkan perusahaan meraup untuk tinggi namun memberikan upah yang rendah,’ tandasnya.(ruh)

loading...