PB, Jakarta – Rencana penempatan Pangkalan Angkatan Laut di Pulau Gebe, setelah kunjungan dari Kepala Staff Angkatan Laut, Laksamana Dr. Moersetio tahun 2014 lalu, menjadi angin segar bagi penduduk Pulau Gebe, Maluku Utara.

Namun sampai dengan tahun 2015 rencana pembangunan pos Pangkalan Angkatan Laut seperti yang dijanjikan oleh Dr. Moersetio masih mendapat kendala di beberapa sektor yang berkepentingan di Pulau Gebe.

Kadispenal TNI AL, Kolonel Laut M. Zainudin yang dihubungi via telepon, membenarkan terkait rencana pembangunan pangkalan TNI AL di Pulau Gebe.

” Naskah permohonan sudah diajukan ke Panglima TNI, namun disposisi belum keluar,” ujar Zainudin.

Terkait dengan rencana ini, Zainudin mengakui jika pembangunan pangkalan yang direncanakan kelas D dan dipimpin Perwira berpangkat Mayor, masih terkendala dari beberapa jawaban atas koordinasi dari pihak TNI AL.

Pihak PT. Aneka Tambang yang direncanakan bisa memberikan aset mereka untuk dipakai sebagai keperluan pangkalan nantinya, masih belum memberikan jawaban pasti.

Seperti di ketahui PT. Antam sendiri pernah melakukan penambangan nikel di Pulau yang langsung berhadapan dengan lautan pasifik.

Beberapa aset mereka seperti perumahan, PLTD dan beberapa penunjang lainnya untuk keperluan pangkalan masih belum diserahterimakan, ” kami berharap pihak pemda bisa ikut membantu dalam pengalihan aset kepada pihak TNI AL, baik dari pemda maupun Antam sendiri,” ujar Zainudin yang dihubungi via selular.

Sementara itu secara terpisah, Yayasan Alumni Pulau Gebe yang berencana akan melakukan temu Alumni se Indonesia menyambut gembira rencana pembangunan pangkalan TNI AL.

” Kami sangat berterima kasih kepada pihak TNI AL yang sudah berupaya untuk tetap meneruskan rencana pembangunan pangkalan mereka di Pulau Gebe, harapan kedepannya bisa menjadi pembangunan ekonomi yang lebih baik bagi penduduk lokal,” ujar Aji Bramantya selaku Plt. Sekretaris Yayasan.

Bahkan Yayasan berencana untuk ikut membangun dari segi sosial kepada masyarakat Pulau Gebe, ” apapun yang menjadikan Pulau Gebe maju, akan kami dukung,” tambah Bram panggilan akrabnya, Yayasan APG sendiri saat ini memiliki anggota lebih dari 5.000 anggota yang terdiri dari alumni pelajar yang berasal dari Alumni, SD, SMP dan SMA Pulau Gebe.

Sementara saat ini di Pulau Gebe, pihak TNI AL masih menempatkan Pos Pengamat mereka, dikarenakan selain sebagai jalur utama perlintasan kapal internasional, juga Pulau Gebe sangat rawan dengan para pencuri ikan dari negara luar.

(Jalu)

loading...