PB Tangerang : Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan dan pengembangan UKM yang sebentar lagi memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku 31 Desember 2015. Era dimana secara gradual akan terjadi arus bebas lintas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara

Dalam hal ini Menteri AAGN Puspayoga menekankan, diperlukan semangat sinergi diantara negara-negara anggota ASEAN untuk mewujudkan 5 strategic goals yang menjadi pedoman dalam pengembangan UKM di ASEAN.

“Hanya dengan semangat sinergi dalam mewujudkan strategic goalinilah, para pelaku UKM akan bisa eksis dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujar Menteri Puspayoga, usai membuka pertemuan kemitraan UKM ASEAN 2015 yang digelar ASEAN SME Partnership Indonesia, di Hotel Alliun, Tangerang, Rabu (11/11/2015).

Kelima strategic goals itu adalah poin-poin yang dihasilkan dalam SME Working Group yang diadakan di Yogyakarta 4-5 November 2015 lalu. Dalam acara itu telah disusun ASEAN Strategic Action Plan SME Development (SAP-SMED) 2016-2025 yang memuat 5 strategic goals yang menjadi pedoman dalam pengembangan UKM di ASEAN.

Kelimanya, adalah peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi dan inovasi.Kedua, peningkatan akses pembiayaan. Ketiga, peningkatan akses pasar dan proses memasuki pasar internasional. Keempat, perbaikan proses penyusunan kebijakan dan peraturan yang lebih kondusif. Kelima, pengambangan kewirausahaan dan peningkatan kapasitas SDM.

Dukungan Program

Lebih lanjut Menteri AAGN Puspayoga menjelaskan,guna meningkatkan daya saing UKM, pemerintah memberikan dukungan program program antara lain, perluasan dan kemudahan akses pembiayaan melalui, penyaluran KUR mikro dan ritel dari semula berbunga pinjaman 22% menjadi 12% pertahun dan menjadi 9% pada tahun 2016.

Juga, penyediaan dana bergulir LPDB-KUMKM untuk Koperasi simpan Pinjamn/Unit Simpan Pinjamn (KSP/USP) dari semula berbunga 9% menjadi 8% pertahun. Lalu koperasi Sektor Riil yang bunganya diturunkan dari 6% pertahun menjadi 5% pertahun.

Selanjutnya fasilitasi dan dukungan perkuatan bagi wirausaha melalui pemberian modal awal usaha (start-up capital).Lalu, izin usaha mikro kecil (IUMK) untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengembangkanusahanya, seperti kepastian dan perlindungan berusaha, pendampingan usaha dan kemudahan akses pembiayaan.Lalu, penerapan teknologi tepat guna, dan pengembangan inovasi, standarisasi dan inovasi produk.Yang terakhir, peningkatan akses pasar melalui promosi, misi dagang, dan temu bisnis. (Agus)

loading...