PB, Cianjur – Sudah tidak terhitung lagi aksi tawuran antar pelajar di Cianjur terjadi. Tidak jarang, aksi ‘adu jago’ ramai-ramai itu menimbulkan korban, baik luka hingga meninggal dunia.

Kali ini, tawuran pelajar terjadi di pertigaan Jalan Pramuka, Kecamatan Karangtegah, Cianjur, Jumat (13/11) siang seusai shalat Jumat.

Akibat dari aksi tawuran itu, satu pelajar atas nama Nanda Rohman (19) meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Sedangkan satu pelajar lainnya, Egi (18) harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dokter Hafidz Cianjur karena dalam kondisi kritis.

Berdasarkan keterangan saksi mata, aksi sok jago itu diawali dari sekelompok pelajar yang hendak menunggu angkutan umum (angkum) jurusan Mande, Tidak lama kemudian, datang sekelompok pelajar lainnya dan langsung menyerang.

Pelajar yang menyerang itu tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa bermacam senjata tajam seperti klewang, pedang sisir, samurai hingga clurit yang sebelumnya sudah diacung-acungkan.

Mendapati puluhan pelajar membawa senjata tajam, puluhan pelajar lainnya pun langsung semburat dan kocar-kacir melarikan serta menyelamatkan diri masing-masing.

Namun, naas bagi Nanda dan Egi, ketika teman-temannya berhasil melarikan diri, keduanya tertinggal paling belakang. Tak pelak, hujaman senjata tajam pun diterima keduanya.

Nanda bernasib paling naas, pasalnya, ia mendapatkan sabetan senjata tajam cukup parah hingga akhirnya meregang nyawa di tempat kejadian perkara.

Sedangkan Egi sedikit lebih beruntung lantaran nyawanya masih tertolong setelah puluhan pelajar itu diusir oleh warga yang marah melihat aksi koboi para pelajar.

“Kedua teman saya itu tidak bisa lari dari kejaran kelompok pelajar itu hingga akhirnya tersungkur ke parit sebelum dihabisi,” tutur Rizal (18) teman satu kelas korban,Jumat (13/11).

Sementara, dari keterangan yang didapatkan dari sejumlah saksi mata, pihak kepolisian dari Polsek Karangtengah, Cianjur, menduga kuat bahwa aksi tawuran tersebut dilakukan dengan sengaja.

Pasalnya, pihaknya menemukan fakta bahwa sebelum tawuran itu telah ada janjian untuk tawuran sebelumnya.

“Dari barang bukti yang diamankan serta keterangan saksi-saksi, diduga kuat awalnya sudah ada rencana untuk saling melakukan tawuran di TKP itu,” ungkap Kapolsek Karangtengah Kompol Darmadji, melalui Kanit Reskrim Polsek Karangtengah AKP Tio.

Tio menambahkan, pihaknya sendiri sudah mengantongi nama-nama pelaku dan akan segera melakukan pengejaran. Adapun ancaman hukuman bagi pelaku adalah Pasal 170 KUHP, karena bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain dengan ancaman pidana paling lama lima tahun.

“Namun kami akan memastikan usia para pelaku terlebih dahulu, dikarenakan mereka adalah seorang pelajar, Jika pelaku masih tergolong belum dewasa, kami akan melakukan sistem peradilan anak yang berlaku,” pungkas dia.

(RUH)

loading...