PB, Cianjur – Niat hati hendak menebar pesona sekaligus memikat perempuan-peremuan cantik, Novan Sopian (29), warga Kampung Pasucen RT 02 /RW 02, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, malah harus berurusan dengan Provos Polres Cianjur.

Hal itu dikarenakan lelaki muda itu menyalahgunakan seragam kepolisian lengkap dengan nama, lambang Sabhara, lengkap dengan tanda pangkat Bripda yang disematkan di pundaknya serta sejumlah lambang lainnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu, menjelaskan, penangkapan Novan dilakukan di depan sebuah minimarket waralaba di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (12/11) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Jadi awalnya karena memang tidak sengaja. Beruntung ada anggota di situ,” jelas dia.

Awalnya, kata Kapolres, kebetulan ada anggota intel dari Polres Cianjur yang hendak berbelanja di minimarket tersebut. Sementara, anggota intel dari Satnarkoba Polres Cianjur itu sedang berbelanja, tidak sengaja mendapati seorang laki-laki dengan seragam polisi lengkap dengan perilaku yang aneh.

“Polisi gadungan itu ternyata sedang mencegati pegendara-pengendara sepeda motor perempuan,” kata dia.

Selanjutnya, petugas intel tersebut mendekati Novan. Merasa tidak pernah melihat maupun mengenalnya, anggota pun kemudian menanyakan nama dan tugas di satuan apa.

“Ketika ditanya, pelaku tidak dapat menjawab secara jelas. Hal itu membuat anggota kami semakin curiga. Terlebih pakaian yang dikenakannya tidak sesuai dengan pakaian resmi,” ujar Kapolres di ruangannya, Jumat 13/11).

Dari kecurigaan tersebut, pelaku dibawa ke petugas Provos polres Cianjur untuk diperiksa. Benar saja, identitas pelaku tidak terdaftar dalam keanggotaan Polres.

Dari keterangan sementara, ujar Asep, pelaku mengenakan pakaian polisi tanpa izin lantaran ingin membuat bangga pacarnya yang bekerja di salah satu perusahaan di Cimangkok Kabupaten Sukabumi.

“Pengakuannya juga katanya sebagai bentuk kebanggaannya terhadap institusi kepolisian, dan bercita-cita menjadi anggota polisi,” kata dia.

Kendati demikian, tambah Asep, pihaknya terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, khawatir pelaku mengenakan pakaian polisi untuk melakukan tindakan kriminal, seperti memeras dan lainnya.

“Kami masih perdalam kasus ini, apakah memang sesuai dengan keterangan atau untuk kepentingan pribadi. Meski begitu, tetap saja mengenakan pakaian dinas polisi tanpa izin merupakan kesalahan,” kata dia.

Asep pun mengimbau kepada warga Cianjur agar tidak mudah percaya dengan anggota kepolisian yang datang, terutama yang melalukan pemerasan. “Bisa jadi itu polisi gadungan, terpenting waspada, dan segera laporkan jika ada anggota polisi yang memeras,” tandasnya.

(RUH)

loading...