JAKARTA, PB: Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kementerian PUPR Mochamad Natsir mengatakan Ditjen Cipta Karya sejak 2011 telah melaksanakan kegiatan kemitraan audit penghematan penggunaan air dan telah mengaudit 6.186 gedung di seluruh Indonesia.

“Hasilnya sebanyak 4.228 gedung atau sekitar 64% berstatus boros,” kata Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kementerian PUPR Mochamad Natsir ketika berbicara dalam Sosialisasi Pengawasan dan Evaluasi Pemakaian Air di Gedung Instansi Pemerintah, di Jakarta, Senin (16/11/2015).

Sebagai pembicara lainnya adalah Asisten II Gubernur Bali Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Ketut Wija, Deputi Gubernur DKI Jakarta Sutanto Suhodo dan pakar masalah air dari ITS Wahyono Hadi.

Menurut Natsir, alasan tersebut mendorong Ditjen Cipta Karya mengundang keseriusan dan komitmen instansi Kementerian/Lembaga/ Daerah /Instansi untuk menggerakkan aparatur daerah guna memberikan teladan dengan melakukan gerakan penghematan penggunaan air di bangunan gedung negara.

“Melalui ini saya percaya seluruh pemangku kepentingan dapat secara terus menerus mengubah perilaku aparatur sebagai pelopor penghematan air di masyarakat,” katanya.

Asisten II Gubernur Bali Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Ketut Wija mengatakan alternatif upaya pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Karangasem antara lain percepatan pengelolaan SPAM Telagawaja dengan melakukan mekanisme kerja sama pengelolaan antar pihak (Ditjen SDA, Ditjen Cipta Karya, Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem).

“Kegiatan itu dilakukan dengan pengelolaan melalui UPT PAM Provinsi Bali dan PDAM Karangasem,” katanya.

Menurut dia, dukungan pendanaan dari provinsi Bali dipergunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan yang dianggarkan melalui UPT PAM Bali dan dana dari pemkab Karangasem untuk penyediaan lahan dan perluasan jaringan distribusi serta pelayanan.

Menurut dia, alternatif upaya pemecahan masalah pelayanan air bersih di Kabupaten Buleleng, antara lain pembangunan waduk Titab yang selain untuk irigasi, juga dialokasikan untuk air baku sebesar 350 liter/detik di Buleleng dan Gilimanuk (Jembrana). (Agus)

loading...