PB, Cianjur – Sebanyak 12 orang diamankan Polres Cianjur dalam Operasi Cipta Kondisi Lodaya 2015 di Cianjur.

Orang-orang tersebut diamankan karena selama ini di menjadi preman dan kerap meresahkan masyarakat.

Anggota Satreskrim, dengan menggunakan dua kendaraan jenis minibus dan sebuah truk Satsabhara Polres Cianjur, menyisir sejumlah jalanan di Cianjur, yang kerap jadi tongkrongan para preman.

Akhirnya, satu per satu preman yang tengah kedapatan di sisi jalan pun langsung di angkut ke atas truk Satsabhara Polres Cianjur.

Dari pantauan, sejak dari jalanan di Kecamatan Cianjur kota, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cibeber dan memutar menuju kota melalui Kecamatan Cibeber, total 12 preman berhasil diamankan.

Sedangkan di sebuah perempatan di Kecatamatan Cibeber, Cianjur, upaya pengamaman terhadap salah seorang preman pun mendapatkan perlawanan cukup sengit.

Pria bertato itu menolak ketika akan dibawas ke atas truk. Ia meronta dan berteriak-teriak. Tak pelak, hal itu pun lantas menarik perhatian para pengguna jalan yang kebetulan melitas.

Karena pria itu terus meronta dan melawan, salah seorang anggota kepolisian yang berpakaian non seragam langsung mengambil tindakan dengan menghempaskan ke atas aspal.

Setelah itu, sejumlah petugas lainnya pun akhirnya berhasil menggiring pria tersebut masuk ke dalam truk dengan penjagaan sejumlah anggota Satsabhara Polres Cianjur.

Bersama belasan preman lainnya yang sudah diamankan, petugas polisi pun membawanya ke Mapolres Cianjur di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Cianjur.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito, ditemui di Polres Cianjur, mengatakan, operasi penyakit masyarakat (pekat) tersebut merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi Lodaya 2015.

“Jadi, ini operasi yang dilakukan bersama dan serentak di seluruh Jawa Barat, sesuai dengan perintah Kapolda Jawa Barat,” kata dia.

Berkenaan dengan belasan preman yang diamankan itu, Gito menyatakan, bakal melakukan pemeriksaan apakah yang bersangkutan terlibat tindakan kriminalitas atau tidak.

“Kalau melakukan kriminalitas ya jelas dikenakan pasal. Apalagi sampai tindakannya itu meresahkan masyarakat,” tegas Gito.

Sedangkan, lanjut dia, meski dalam pemeriksaan yang bersangkutan tidak terbukti melakukan kriminalitas, pihaknya tetap bakal melakukan pendataan dan pembinaan agar tidak lagi melakukan hal-hal atau perbuatan yang meresesahkan masyarakat.

“Sebagai antisipasi dan pencegahan, tetap akan dilakukan pembinaan,” pungkas Gito.

(RUH)

loading...