PB, Surabay – Peringatan Hari Armada merupakan kegiatan untuk mengenang dan memperingati terbentuknya Armada RI.

Sebagai tulang punggung kekuatan pertahanan negara di laut sekaligus sebagai momentum bagi prajurit matra laut untuk mengenang dan menghargai jasa para pendahulu.

TNI AL selalu mempertahankan nilai-nilai heroik dan semangat pengabdian tanpa pamrih serta meneruskan perjuangan mengawaki kekuatan Armada RI.

Kesemuanya guna mewujudkan kekuatan TNI AL yang handal dan disegani sebagai bagian kekuatan pertahanan maritim dalam mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

IMG-20151207-WA0008Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam memeriahkan Hari Armada tahun ini.

Diantaranya lomba ketangkasan dan keterampilan matra laut, bhakti sosial, itighotsah, ziarah dan anjangsana, saresehan, pagelaran wayang kulit dan kegiatan-kegiatan lain yang mengarah pada peningkatan profesionalisme prajurit.

Sedangkan puncaknya dilaksanakan Senin (7/12), dengan melaksanakan upacara parade dan defile yang dilaksanakan di Dermaga Madura Koarmatim Ujung, Surabaya, yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P.

Selain parade dan defile, pada kesempatan tersebut juga ditampilkan demontrasi kecakapan dan keterampilan prajurit berupa kolone berpedang, demontrasi semaphore dan kolone senapan.

Peringatan Hari Armada RI yang dilaksanakan setiap tahun, bukan merupakan suatu kegiatan seremonial semata, namun dibalik itu terdapat makna yang dalam untuk introspeksi dan evaluasi bagi jajaran Armada RI.

IMG-20151207-WA0005“Ini merupakan pelaksanaan tugas yang telah dipercayakan, sehingga ke depan akan semakin baik,” ujar Kasal dalam menyampaikan amanatnya.

Lebih lanjut dikatakan, TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, harus tetap membina dan mengembangkan kekuatan Armada RI untuk menjadi kekuatan yang kuat, handal dan profesional.

“Sehingga menjalankan setiap tugas selalu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Kasal dalam sambutannya.

Kasal juga mengingatkan, segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu keutuhan bangsa dan negara, dan konsep Sistem Senjata Armada Terpadu merupakan konsep yang sangat tepat.

Sementara itu, Kasal juga mengakui jika banyak alutsista TNI Angkatan Laut yang sudah berumur tua dan tertinggal teknologi maupun persenjataannya.

Menurut Kasal, kebijakan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut ke depan akan diarahkan pada peningkatan kualitas alutsista serta tercapainya interoperabilitas di antara komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang terdiri dari KRI, pesawat udara, pasukan marinir dan pangkalan.

IMG-20151207-WA0004Mengakhiri amanat, Kasal memberikan penekanan untuk dipedomani seluruh personel TNI Angkatan Laut dalam setiap pelaksanaan tugas dimanan pun berada.

Diantaranya agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal ini sebagai landasan pengabdian dan pelaksanaan tugas, meningkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas, meningkatkan dan memelihara profesionalisme baik di tataran individu maupun satuan, memelihara dan memantapkan soliditas komponen Sistem Senjata Armada Terpadu sebagai implementasi dari kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut.

Pada puncak peringatan Hari Armada tahun 2015 dengan tema “Armada RI Yang Kuat, Hebat, dan Profesional, Siap Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Acara HUT Armada juga dilaksanakan penyematan tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan kepada prajurit TNI Angkatan Laut yang telah mengabdikan diri dengan penuh ketulusan dan keikhlasan melampaui panggilan tugasnya.

IMG-20151207-WA0006Selain itu juga diberikan piagam KRI Teladan dan Lanal Teladan, sebagai penghargaan terhadap komandan beserta prajuritnya, atas kerja keras dalam melaksanakan pembinaan terhadap satuan kerjanya.

Dan hal ini diharapkan dapat dijadikan sebagai contoh dan teladan bagi yang lain.

KRI yang berhasil merebut apresiasi sebagai KRI teladan tersebut adalah KRI Diponegoro-365, KRI Sutedi Senoputra-378 dan KRI Banda Aceh-593 dan Lanal Teladan yaitu Lanal Dumai, Lanal Banyuwangi dan Lanal Ranai.

Hadir pada kesempatan tersebut, wakasal laksdya widodo dan para Pejabat Utama Mabesal, para Pangkotama TNI Angkatan Laut, para mantan Kasal, para mantan Panglima Armada, Forkopimda Jatim srta undangan lainnya.

( Puspen TNI AL )

loading...