PB, Cianjur – Dilaporkannya Wakil Komite 3 DPD RI, Fahira Fahmi Idris oleh timses paslon nomor urut dua, Irvan-Herman, ke BKD DPD RI, mendapatkan tanggapan dari Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam pelung Indonesia (Hippapi) Kabupaten Cianjur. Menurut mereka, pelaporan itu adalah sebuah hal yang dinilainya sangat konyol.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua Eksternal Divisi Kegiatan HIPPAPI Kabupaten Cianjur, Asep Bento, yang mengaku tidak bisa memahami cara berpikir segelintir orang yang melaporkan Fahira dengan dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan itu dalam kegiatan kontes dan Latihan Bersama Ayam Pelung tingkat regional itu.

“Kegiatan tersebut merupakan kepedulian Fahira terhadap kebudayaan dan potensi lokal Cianjur dan itu sesuai dengan tupoksinya sebagai Wakil Komite III DPD RI. Ini melanggar di mananya?” ungkap dia, Selasa (8/12).

Menurut Asep, tujuannya diadakannya kegiatan yang diikuti lebih dari 400 peternak dan penggemar ayam pelung mulai dari Cianjur, Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Jakarta, Tangerang hingga Banten itu sebenarnya memang sangat diharapkan ada. Pasalnya, selama sepuluh tahun terkahir, kepedulian pemerintah setempat terhadap ayam pelung yang memang asli asal Cianjur itu sangat minim sekali.

“Kemarin itu kan hasil diskusi bersama, setelah melihat ayam pelung Cianjur tidak didukung oleh pemkab. Tapi malah kemudian dipelintir dengan hal yang tidak benar. Adanya kampanye dan lain-lain, itu tidak benar,” lanjut dia.

Asep menuturkan, seharusnya mereka yang menghujat dan membuat isu tidak benar itu merasa malu. Lantaran ayam pelung Cianjur selama bertahun-tahun tenggelam dan kurang perhatian dari pemkab Cianjur.

“Seharusnya mereka itu bangga dan senang meilihat potensi Cianjur bangkit lagi, bukan malah menghujat dan menyangkutkan ke masalah politik. Jangan sangkutkan dengan politik. Ini murni untuk mengangkat potensi seni dan budaya Cianjur,” tegas dia.

Menurutnya, Ayam pelung Cianjur saat ini mulai kalah dengan ayam pelung dari luar kota. Hal itu disebabkan kurangnnya pemberdayaan, dukungan dan kepedulian dari pemkab Cianjur. Padahal selain asli berasal dari Cianjur, ayam pelung juga sudah dipatenkan.

“Ini bahkan sudah jadi Ikon Cianjur, tapi dalam beberapa tahun ini kejuaraan ayam pelung tingkat provinsi dan nasional malah dimenangkan oleh kota/kabupaten lainnya. Padahal semua bibit ayam pelung yang ada di seluruh Indonesia itu dari Cianjur,” tutur dia.

Oleh karena itu, sebagai penggemar ayam pelung, dirinya mengaku geram dengan adanya isu miring tersebut.

“Jangan hanya berkomentar dan buat hal yang tidak penting. Apa yang sudah dibuat untuk meningkatkan potensi lokal ini, kalau tidak ada, lebih baik diam dan dukung saja,” pungkas dia.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Fahira dilaporkan ke Panwaslu Cianjur, Bawaslu Jabar dan BKD DPD RI karena dianggap menyalahgunakan wewenang dan jabatannya sebagai senator oleh timses paslon urut dua Irvan-Herman yang tidak lain adalah anak Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh.

(RUH)

loading...