PB, Cianjur – Wakapolda Jabar, Brigjen M Taufik mengungkapkan, pihaknya sudah mengantongi data potensi pelanggaran pidana dan kecurangan pilkada, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Karena itu, pihaknya hanya tinggal melakukan action (tangkap tangan, red) saja ketika informasi sudah A1.

Hal itu diungkapkannya dalam kunjungan ke KPU Cianjur, Jalan Ir H Juanda, Cianjur, Selasa (8/12) untuk mengecek kesiapan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Cianjur.

Wakapolda menyebut, pengamanan dilakukan bukan pada pelaksanaan pencoblosan saja, namun sejak tahapan pilkada berlangsung.

Menurutnya, sejak masa tenang tanggal 6 Desember 2015 lalu, pengamanan sudah dilakukan pihaknya dengan fokus antisipasi ‘serangan fajar’ dan intimidasi.

“Sudah, kami sudah sebar semua personil. Kami sudah punya semua datanya (potensi pelanggaran dan kecurangan, red) itu. Tapi tidak mungkin kami sampaikan di sini. Itu rahasia,” jelas dia.

Menurut Wakapolda, tangkap tangan terhadap oknum camat dan anggota DPRD Cianjur di Cianjur belum lama ini harus menjadi contoh bahwa pihaknya tidak akan main-main terhadap pelanggaran pidana dan kecurangan pilkada.

“Serangan fajar perlu diantisipasi. Apalagi panwas katanya akan operasi tangkap tangan. Kami mendorong agar proses demokrasi dilakukan dengan jujur, adil dan aman,” ujarnya.

Wakapolda menjamin, semua tempat pemungutan suara (TPS) di Cianjur akan aman, hingga perhitungan suara selesai dilaksanakan.

“Kami akan dorong semua pelanggaran itu agar dipercepat prosesnya, bukan hanya di Cianjur,” pungkas dia.

(RUH)

loading...