Medan (PembawaBerita) – Tim Supermentor Sumatera Utara (Sumut) bekerjasama dengan Indonesia Future Society (IFS) Sumut, Ikatan Alumni FEB USU, dan Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) menyelenggarakan Kultum Supermentor 9 di Convention Hall Hermes Place Polonia Medan, Jumat (12/2) yang dimulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan bertema “Go Global” ini menghadirkan pembicara utama Ridwan Kamil (Walikota Bandung) dan disusul Dino Patti Djalal (Mantan Dubes RI Untuk AS).

Ketua Panitia Supermentor 9, Popoy menjelaskan, kegiatan Supermentor 9 pertama kali diselenggarakan di Kota Medan karena selama ini selalu di Jakarta.

Supermentor di Jakarta sendiri menurutnya sudah 8 kali mengadakan kegiatan dengan mengundang berbagai tokoh penting di antaranya Dahlan Iskan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Bj Habibie.

“Makanya untuk mencari suasana baru penyelenggara membuat acara Supermentor 9 di luar Jakarta dan memilih Kota Medan sebagai tempat kegiatan tersebut. Jadi bagi kita ini yang pertama kali,” ulangnya didampingi Ketua Ikatan Alumni FEB USU Tengku Dikky dan Ketua IFS Sumut Syahrul Akbar SP.

Menururutnya, kegiatan Supermentor 9 bertujuan memberikan aspirasi daya berpikir generasi muda dalam menyahuti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena Kota Medan merupakan pintu gerbang.“Generasi muda harus bisa berkompetisi secara fair dan memenangkan kompetisi di 10 negara yang masuk ke Indonesia terutama Medan,” ucapnya.

Dikatakannya, Ridwan Kamil kita ambil sebagai narasumber, sebab dia dekat dengan para pemuda. Apalagi sosok Ridwan Kamil ini dinobatkan sebagai Walikota terbaik di dunia. Sebelum itu juga telah berkiprah di kancah internasional,” terangnya.

Begitu juga dengan Dino Patti Djalal. Dia merupakan diplomat senior dan Mantan Dubes RI untuk AS.

Ketua IFS Sumut Syahrul Akbar menambahkan, peserta dalam kegiatan Supermentor 9 ditargetkan 1.000 orang berasal dari kalangan mahasiswa dan umum.  Acara ini pula memiliki konsep futuristik nan modern yang akan di suguhkan kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara.

“Dari kalangan mahasiswa kita ambil sekitar 70 persen dan umum dari kalangan pelaku usaha sekitar 30 persen,” ujarnya.

Popoy berharap, dalam kegiatan Supermentor 9 nanti bisa menghasilkan kader-kader perubahan. Maksudnya dapat menciptakan generasi muda yang unggul dan maju di kancah internasional.

Sementara Ketua Ikatan Alumni FEB USU T Dikky menyampaikan, selama ini generasi muda khususnya mahasiswa hanya mendengarkan dan belajar dari buku.

“Di Supermentor 9 ini generasi muda langsung bertemu dengan pelaku yang telah banyak berbuat dan berprestasi untuk mentransferkan ilmunya. Selain itu menambah semangat untuk bisa maju ke depan. Kompetisi pertarungan ekonomi yang harus dijawab generasi muda,” pungkasnya.

Sumber : Harian Analisa

Editor : Putra

loading...